Topik/Tema :
Translasi Mata Uang Asing
Judul :
Mengukur dan Mengantisipasi Translasi Laporan Keuangan Mata Uang Asing
Nama Penulis/Peneliti : Primsa Bangun
Bisnis internasional
menyebabkan munculnya masalah baru, yaitu tentang mata uang suatu negara yang
berbeda dengan mata uang negara lain. Dengan demikian, proses konversi perlu
dilakukan, yaitu suatu mata uang asing diubah ke mata uang yang lain. Kondisi
ini melahirkan proses tanslasi, yaitu suatu mata uang disajikan atau
diterjemahkan dalam mata uang yang lain. Translasi dapat juga diartikan
mengukur seberapa jauh laporan keuangan konsolidasi dari suatu perusahaan
dipengaruhi oleh fluktuasi kurs valas. Translasi ini muncul karena adanya
kebutuhan untuk mengkonversi laporan keuangan dari operasi perusahaan di luar
negeri yang menggunakan mata uang lokal ke dalam mata uang negara asal untuk
tujuan konsolidasi dan pelaporan. Laporan keuangan konsolidasi umumnya
digunakan oleh manajemen perusahaan untuk menilai kinerja perusahaan affiliasi
diluar negeri. Bila kurs valas berubah sejak periode pelaporan sebelumnya, maka
translasi atau penilaian ulang atas asset, hutang, penerimaan, biaya, laba dan
rugi yang didenominasi dalam valas akan menyebabkan laba/rugi valas (foreign
exchange gains or losses). Perusahaan internasional yang tidak peduli dengan
translasi umumnya berpendapat bahwa pendapatan yang diperoleh oleh
cabang-cabang perusahaan tidak perlu dikonversi dalam mata uang perusahaan
induknya. Metode translasi dikenal
dengan 4 jenis konversi mata uang yaitu current/non current method, monetary/nonmonetary method, temporal
method, current rate method. Hasil dari penelitian ini adalah translasi
atas nilai tukar adalah gambaran ikhtisar dari neraca , laba rugi perusahaan
multinasional terhadap perubahan di dalam nilai tukar nominal. Perusahaan
multinasional harus mengkonsolidasi pembukuannya dalam satu mata uang (biasanya
negara dimana perusahaan induk berada) meskipun arus kasnya didenominasi dalam
banyak mata uang.
Kesimpulan : Translasi
dibutuhkan untuk mengkonversi laporan keuangan dari operasi perusahaan di luar
negeri yang menggunakan mata uang lokal ke dalam mata uang negara asal untuk
tujuan konsolidasi dan pelaporan, juga membantu pemakai memahami laporan
keuangan tersebut. Penyesuaian translasi yang dilakukan dengan menggunakan temporal method maupun current rate method akan dicerminkan ke
dalam laporan keuangan, sehingga jumlah-jumlah yang ada dalam setiap perkiraan
dijabarkan secara lebih spesifik. Pada current
rate method, digunakan net asset
karena seluruh net asset
ditranslasikan pada kurs saat ini. Sedangkan pada temporal method hanya digunakan net
monetary asset yang diukur pada current rate. FAS No.8 didasarkan atas
pendekatan monetary/nonmonetary,
dimana penilaian ulang laporan keuangan digunakan untuk tujuan konsolidasi. FAS
No.52 mengharuskan semua aset dan kewajiban diukur dengan kurs saat ini.
Jurnal Akuntansi
Publikasi, Volume 5, Nomor 1, Januari 2005 : 47 – 58-Universitas Kristen Krida
Wacana
Referensi
:
Primsa Bangun, 2005. “Mengukur dan
Mengantisipasi Translasi Laporan Keuangan Mata Uang Asing”. Jurnal
Akuntansi Publikasi, Volume 5, Nomor 1, Januari 2005 : 47 – 58. Universitas Kristen Krida
Wacana. (Diakses Pada, 22
Juni 2016. 12:45 WIB)
.
Tulisan Ini Adalah Salah
Satu Bentuk Untuk Memenuhi Tugas Mata Kuliah Softskill Akuntansi Internasional
Nama
: Nurl Fathia L.S
Dosen Matkul
: Jessica B., SE., MMSi
UNIVERSITAS GUNADARMA
FAKULTAS EKONOMI
Tidak ada komentar:
Posting Komentar