Rabu, 22 Juni 2016

Analisis Jurnal 3

Topik/Tema                 : Translasi Mata Uang Asing
Judul                           : Mengukur dan Mengantisipasi Translasi Laporan Keuangan Mata                            Uang Asing
Nama Penulis/Peneliti : Primsa Bangun
Bisnis internasional menyebabkan munculnya masalah baru, yaitu tentang mata uang suatu negara yang berbeda dengan mata uang negara lain. Dengan demikian, proses konversi perlu dilakukan, yaitu suatu mata uang asing diubah ke mata uang yang lain. Kondisi ini melahirkan proses tanslasi, yaitu suatu mata uang disajikan atau diterjemahkan dalam mata uang yang lain. Translasi dapat juga diartikan mengukur seberapa jauh laporan keuangan konsolidasi dari suatu perusahaan dipengaruhi oleh fluktuasi kurs valas. Translasi ini muncul karena adanya kebutuhan untuk mengkonversi laporan keuangan dari operasi perusahaan di luar negeri yang menggunakan mata uang lokal ke dalam mata uang negara asal untuk tujuan konsolidasi dan pelaporan. Laporan keuangan konsolidasi umumnya digunakan oleh manajemen perusahaan untuk menilai kinerja perusahaan affiliasi diluar negeri. Bila kurs valas berubah sejak periode pelaporan sebelumnya, maka translasi atau penilaian ulang atas asset, hutang, penerimaan, biaya, laba dan rugi yang didenominasi dalam valas akan menyebabkan laba/rugi valas (foreign exchange gains or losses). Perusahaan internasional yang tidak peduli dengan translasi umumnya berpendapat bahwa pendapatan yang diperoleh oleh cabang-cabang perusahaan tidak perlu dikonversi dalam mata uang perusahaan induknya. Metode translasi dikenal  dengan 4 jenis konversi mata uang yaitu current/non current method, monetary/nonmonetary method, temporal method, current rate method. Hasil dari penelitian ini adalah translasi atas nilai tukar adalah gambaran ikhtisar dari neraca , laba rugi perusahaan multinasional terhadap perubahan di dalam nilai tukar nominal. Perusahaan multinasional harus mengkonsolidasi pembukuannya dalam satu mata uang (biasanya negara dimana perusahaan induk berada) meskipun arus kasnya didenominasi dalam banyak mata uang.

Kesimpulan : Translasi dibutuhkan untuk mengkonversi laporan keuangan dari operasi perusahaan di luar negeri yang menggunakan mata uang lokal ke dalam mata uang negara asal untuk tujuan konsolidasi dan pelaporan, juga membantu pemakai memahami laporan keuangan tersebut. Penyesuaian translasi yang dilakukan dengan menggunakan temporal method maupun current rate method akan dicerminkan ke dalam laporan keuangan, sehingga jumlah-jumlah yang ada dalam setiap perkiraan dijabarkan secara lebih spesifik. Pada current rate method, digunakan net asset karena seluruh net asset ditranslasikan pada kurs saat ini. Sedangkan pada temporal method hanya digunakan net monetary asset yang diukur pada current rate. FAS No.8 didasarkan atas pendekatan monetary/nonmonetary, dimana penilaian ulang laporan keuangan digunakan untuk tujuan konsolidasi. FAS No.52 mengharuskan semua aset dan kewajiban diukur dengan kurs saat ini.
Jurnal Akuntansi Publikasi, Volume 5, Nomor 1, Januari 2005 : 47 – 58-Universitas Kristen Krida Wacana

Referensi :
Primsa Bangun, 2005. Mengukur dan Mengantisipasi Translasi Laporan Keuangan Mata Uang Asing”. Jurnal Akuntansi Publikasi, Volume 5, Nomor 1, Januari 2005 : 47 – 58. Universitas Kristen Krida Wacana.  (Diakses Pada, 22 Juni 2016. 12:45 WIB)
.
Tulisan Ini Adalah Salah Satu Bentuk Untuk Memenuhi Tugas Mata Kuliah Softskill Akuntansi Internasional

Nama                     : Nurl Fathia L.S
Dosen Matkul        : Jessica B., SE., MMSi


UNIVERSITAS GUNADARMA

FAKULTAS EKONOMI

Tidak ada komentar:

Posting Komentar