Rabu, 22 Juni 2016

Essay "Motivasi Kerja Mahasiswa Jurusan Akuntansi Setelah Mempelajari Bidang-Bidang Akuntansi"

Motivasi Kerja Mahasiswa Jurusan Akuntansi Setelah Mempelajari
Bidang-Bidang Akuntansi

          Dalam memilih suatu profesi sangat berkaitan erat dengan teori motivasi yaitu teori pengharapan (expectancy theory). Motivasi berasal dari kata latin “movere” yang artinya dorongan atau menggerakkan. Menurut Sembiring (2009), motivasi sangat penting dimiliki setiap individu dalam dirinya karena motivasi menyebabkan individu mau bekerja giat dan antusias mencapai hasil yang optimal. Menurut Gibson dalam Aprilyan (2011), motivasi merupakan konsep yang menguraikan tentang kekuatan-kekuatan individu untuk memulai dan mengarahkan perilakunya terhadap pekerjaan tertentu. Menurut Robbins dalam Wicaksono (2011), motivasi adalah proses yang ikut menentukan intensitas, arah, dan ketekunan individu dalam usaha mencapai sasaran. Menurut Supardi dan Anwar (2004) dalam Tengker dan Jenny (2007) motivasi adalah keadaan dalam pribadi sesorang yang mendorong keinginan individu untuk melakukan kegiatan-kegiatan tertentu guna mencapai tujuan. Menurut Komaruddin (1994) pada dasarnya motivasi dibagi menjadi dua jenis utama yaitu motivasi intrisnsik (motivasi yang timbul dari dalam diri seseorang) yang disebut juga motivasi murni dan motivasi ekstrinsik (motivasi yang timbul disebabkan faktor dari luar diri seseorang) seperti kenaikan pangkat, pujian, hadiah dan lain-lain. Dapat dikatakan bahwa motivasi adalah suatu dorongan baik dari dalam ataupun luar dirinya yang mengarahkan perilaku atau tindakan individu dalam mencapai tujuannya.
          Mahasiswa tahun terakhir, menjelang kelulusannya, tentunya telah memiliki rencana atau paling tidak pemikiran mengenai alternatif langkah yang akan ditempuh setelah kelulusannya. Pendidikan akuntansi mempunyai tugas untuk menghasilkan profesional-profesional di bidang akuntansi. Agar dapat mencapai tujuan tersebut maka desain pendidikan akuntansi harus relevan terhadap dunia kerja, khususnya dunia kerja bagi sarjana akuntansi. Terdapat beberapa jenis karir yang dapat dijalankan oleh mahasiswa akuntansi yang telah menjadi sarjana, yaitu sebagai akuntan publik, akuntan perusahaan, akuntan pendidik dan akuntan pemerintah. Dalam memilih karir yang akan dijalaninya, mahasiswa akuntansi memiliki berbagai pertimbangan untuk memilih karir apa yang akan dijalaninya.
          Pemilihan karier bagi mahasiswa akuntansi adalah tahap awal dari pembentukan karier tersebut setelah menyelesaikan kuliahnya. Banyak realitas yang terjadi di dunia kerja yang mengharuskan lulusan akuntansi pandai dalam mempertimbangkannya. Penentuan pilihan karier karena persepsi mahasiswa umumnya dipengaruhi oleh pengetahuan pribadi mengenai lingkungan kerja, informasi dari lulusan terdahulu, keluarga, dosen, dan text book yang dibaca ataupun digunakan. Praktik bisnis sekarang ini lebih mengutamakan kemampuan (skill) dan pengetahuan (knowledge) yang lebih dibandingkan pada saat kuliahnya.
          Mahasiswa akuntansi sebagai calon sarjana akuntansi, dapat mempertimbangkan karier apa yang akan mereka jalani nantinya. Pada umumnya keinginan mahasiswa akuntansi adalah menjadi seorang profesional dalam bidang akuntansi. Sedangkan profesi non akuntansi yang dapat dimasuki adalah dari sektor keuangan. Mahasiswa akuntansi sebagai calon profesional harus memiliki (knowledge), ketrampilan (skill) dan kemampuan (ability) dalam berkarir. Dalam memilih karir, mahasiswa memiliki motivasi yang mendorong mereka untuk bekerja dan memilih karir yang sesuai. Motivasi merupakan kesediaan untuk mengeluarkan tingkat upaya yang tinggi ke arah tujuan organisasi yang dikondisikan oleh kemampuan upaya itu untuk memenuhi suatu kebutuhan individu.

Referensi :
Andi Setiawan Chan, 2012. “Analisis Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Pemilihan Karir menjadi Akuntan Publik oleh Mahasiswa Jurusan Akuntansi”. Jurnal Ilmiah Mahasiswa Akuntansi – Vol. 1, No. 1, Januari 2012.  (Diakses Pada, 23 Juni 2016. 10:42 WIB).
Lara Absara Aprilyan, 2011. “Faktor-Faktor Mempengaruhi Mahasiswa Akuntansi dalam Pemilihan Karir menjadi Akuntan Publik (Studi Empiris pada Mahasiswa Akuntansi UNDIP dan Mahasiswa Akuntansi UNIKA)”, Skripsi. Universitas Diponegoro : Semarang. (Diakses Pada, 23 Juni 2016. 10:46 WIB).
Reni Yendrawati, 2007. “Persepsi Mahasiswa dan Mahasiswi Akuntansi Mengenai Faktor-faktor yang Mempengaruhi Pemilihan Karir sebagai Akuntan”. Fenomena: Vol. 5 No. 2, September 2007.  (Diakses Pada, 23 Juni 2016. 11:00 WIB).
Yoesdhita Agisio Chirdiansyah, 2012. “Perbedaan Persepsi, Motivasi, dan Minat Mahasiswa Akuntansi Angkatan 2008 Universitas Brawijaya atas Pemilihan Bidang Kerja setelah Menjadi Sarjana Akuntansi”, Skripsi. Universitas Brawijaya : Malang. (Diakses Pada, 23 Juni 2016. 10:53 WIB).


Tulisan Ini Adalah Salah Satu Bentuk Untuk Memenuhi Tugas Mata Kuliah Softskill Akuntansi Internasional

Nama                     : Nurl Fathia L.S
Dosen Matkul        : Jessica B., SE., MMSi


UNIVERSITAS GUNADARMA
FAKULTAS EKONOMI


Tidak ada komentar:

Posting Komentar