Versi Indonesia
Senin, 27 April 2015
Kamis, 19 Maret 2015
Tugas Bahasa Inggris Bisnis 2 # - Curriculum Vitae
CURRICULUM
VITAE
NAME Nurl
Fathia
ADRESS Jl.
ST Badarudin II
TELEPHONE 08778829506
DATE OF BIRTH 28
September 1994
NATIONALITY INDONESIAN
MARITAL STATUS SINGLE
EDUCATION
2000-2006 SD
Islam Al-Husna
2006-2009 SMP
Negeri 3
2009-2012 SMK
Karya Guna 2
2012-Now Accounting
Gunadarma University
QUALIFICATIONS
2014 MYOB
Course
2014 BREVET
A Course
Rabu, 10 Desember 2014
Tugas Tulisan (Bahasa Indonesia 2#)
Nama : Nurl Fathia Lulu Septiarini
NPM : 25212506
Kelas : 3EB19
Nasi Tutug Oncom
Nasi
tutug oncom adalah makanan khas tanah Sunda, khususnya kota Tasikmalaya. Tutug
dalam bahasa sunda artinya menumbuk. Jadi nasi tutug oncom adalah nasi yang
ditumbuk dengan oncom. Dahulu nasi tutug biasa dibuat pada saat tidak tersedianya
lauk pauk. Jadi, nasi yang masih panas hanya ditumbuk bersama garam, cabai dan
oncom yang merupakan makanan khas Sunda.
Dahulu
bumbu yang digunakan tidak banyak, hanya oncom yang dibakar dan garam serta
cabai jika ada. Namun sekarang nasi tutug oncom ini mulai dicampur dengan bahan”
lain, nasi tutug oncom dicampur dengan sambal oncom yaitu oncom bakar yang
ditumbuk bersama bawang, kencur, terasi dan cabai. Nasi tutug oncom biasa
disebut dengan istilah “T.O” yang merupakan singkatan dari tutug oncom.
Di
kota Tasikmalaya, banyak rumah makan atau restoran atau warung makan yang
menyediakan nasi “T.O”. Biasanya jika di restoran nasi tutug oncom disajikan
dengan lauk ala resto Sunda seperti ikan asin, empal dan ayam goreng. Tentu tidak
ketinggalan lalap dan sambalnya.
Nah sekarang saya akan
memberikan resep nasi tutug oncom ,semoga bermanfaat dan dijamin ketagihan :D
Resep Nasi Tutug Oncom
Bahan :
500 gram nasi putih panas
Bahan Pelengkap :
Lalapan
ONCOM :
Bahan :
·
150 gram oncom bakar
·
1 ¼ sendok teh garam
Bumbu :
·
15 cm kencur
·
2 buah cabai merah keriting (sesuai selera)
·
3 buah cabai rawit merah (sesuai selera)
·
4 siung bawang putih
·
6 siung bawang merah
SAMBAL TERASI GORENG :
Bahan :
·
½ sendok teh gula pasir
·
¾ sendok teh garam
·
1 ½ sendok teh terasi digoreng
·
1buah tomat, potong
·
3 siung bawang merah
·
5 buah cabai merah keriting (sesuai selera)
·
3 buah cabai merah besar (sesuai selera)
·
5 buah cabai rawit merah (sesuai selera)
Cara Membuat :
1. Oncom
: Bakar bumbu oncom hingga harum dan bakar oncom hingga kecoklatan lalu
haluskan bumbu oncom diatas cobek campurkan dengan oncom. Ulek kasar.
2. Aduk
rata nasi putih panas dengan campuran oncom
3. Sambal
terasi goreng : Goreng bahan sambal terasi , kecuali garam dan gula. Lalu
tambahkan garam dan gula. Ulek halus.
4. Sajikan
nasi tutug oncom dengan sambal terasi goreng dan pelengkapnya
SELAMAT MENCOBA J
Tugas IV - Curriculum Vitae (Bahasa Indonesia 2#)
Nama : Nurl Fathia Lulu Septiarini
NPM : 25212506
Kelas : 3EB19
NPM : 25212506
Kelas : 3EB19
Curriculum Vitae
1.
Pengertian Curriculum Vitae
Curriculum
vitae adalah deskripsi tertulis tentang pengalaman kerja, latar belakang
pendidikan, dan keterampilan. Curriculum Vitae juga disebut CV, atau hanya
vitae. Umumnya digunakan oleh orang yang mencari pekerjaan di luar AS dan
Australia. CV juga digunakan oleh seseorang mencari pekerjaan akademis, yaitu
di college atau universitas.
Curriculum
vitae lebih sinopsis rinci latar belakang dan keterampilan. Sebuah CV berisi
pengungkapan latar belakang pendidikan dan akademis serta pengalaman pengajaran
dan penelitian, publikasi, presentasi, penghargaan, kehormatan, afiliasi dan
rincian lainnya. Sebagai dengan resume, anda mungkin perlu berbagai versi CV
untuk berbagai jenis posisi.
Daftar
riwayat hidup harus menyertakan nama, informasi kontak, pendidikan keterampilan
dan pengalaman. Selain dasar - dasar, CV termasuk penelitian dan pengalaman
mengajar, publikasi, hibah dan beasiswa, asosiasi profesi dan lisensi,
penghargaan dan informasi lainnya yang relevan dengan posisi yang ingin dituju.
Mulailah dengan membuat daftar semua informasi latar belakang, kemudian
mengaturnya ke dalam kategori. Pastikan menyertakan tanggal pada semua
publikasi yang anda masukkan.
2.
Cara Dan Contoh Membuat Curriculum Vitae
1) Urutan
Penulisan Curriculum Vitae (Resume, Daftar Riwayat Hidup)
a. Identitas
(Data Pribadi)
Cantumkan
identitas dengan jelas, seperti : Nama Lengkap, Jenis Kelamin, Tempat dan
Tanggal Lahir, Kewarganegaraan, Agama, Status Perkawinan, Tinggi dan Berat
Badan, Alamat Lengkap, Telepon & HP, serta email. Khusus untuk email,
sebaiknya memilikinya.
b. Data
Pendidikan
Cantumkan
pendidikan formal dan pelatihan / kursus yang pernah di ikuti, lengkap dengan
tahun masuk dan tahun lulus, jurusan, jenjang studi, dan nama lembaganya. Urutannya
dimulai dari pendidikan formal terlebih dulu, baru kemudian pendidikan non
formal ( pelatihan, kursus, dsb ).
c. Kemampuan
Uraikan
secara singkat kemampuan yang relevan dengan bidang pekerjaan yang dilamar.
Misalkan anda melamar kerja di bidang akuntansi, maka jelaskan secara singkat
bahwa anda memahami akuntansi dan administrasi, sistem perpajakan, biasa
bekerja menggunakan komputer. Tentu saja kemampuan - kemampuan yang anda tulis
atau cantumkan tersebut harus benar - benar anda miliki. Jangan mencantumkan
kemampuan yang tidak anda miliki.
d. Pengalaman
kerja
Cantumkan
deskripsi singkat tentang pekerjaan pada perusahaan sebelumnya, lengkap dengan
pangkat, jabatannya, jenis pekerjaan, prestasi ( bila ada ), tanggung jawab dan
wewenang pekerjaan. Serta periode kerja, yaitu bulan dan tahun mulai menempati
dan mengakhiri posisi tersebut. Urutannya dimulai dari pekerjaan ( atau jabatan
atau posisi ) terakhir.
e. Pengalaman
Organisasi ( bila ada )
Cantumkan
pengalaman organisasi yang relevan ( sesuai atau berhubungan ) dengan jenis
pekerjaan yang anda lamar tersebut. Bila tidak ada yang relevan, jangan
dicantumkan.
f. Referensi
Kerja ( bila ada )
Bila
memungkinkan, cantumkan referensi, yaitu orang yang bisa dihubungi oleh pihak
penyeleksi lamaran kerja untuk menanyakan hal - hal penting seputar diri anda (
biasanya nama atasan dimana anda bekerja sebelumnya ).
Penting
: Dalam hal pencantuman nama orang yang akan dijadikan referensi, anda harus
sangat yakin bahwa orang tersebut benar - benar mengetahui tentang anda serta akan
memberikan informasi positif mengenai diri anda. Seandainya anda ragu - ragu
bahwa orang tersebut akan memberikan informasi positif tentang anda, maka anda
tidak perlu mencantumkan referensi kerja tersebut.
g. Pengalaman
lain yang menunjang ( bila ada )
Cantumkan
pengalaman lain yang menunjang. Dan sebaiknya yang relevan dengan jenis
pekerjaan yang ingin dilamar tersebut.
2) Kertas,
Huruf, Foto, Dokumen Pendukung
a) Gunakan
kertas putih polos
CV
hendaknya polos tidak menggunakan background image (dasar bergambar). Sebaiknya
jangan menggunakan form CV yang dijual di toko - toko.
b) Diketik
dengan huruf standar surat resmi
CV
jangan ditulis tangan, namun diketik. Gunakan huruf dengan ukuran dan jenis
standar (warna hitam), contohnya font jenis Arial atau Times New Roman.
c) Foto
terbaru
Lampirkan
pas foto terbaru ukuran 3×4 atau 4×6. Sebaiknya gunakan pas foto berwarna, dan
berpakaian resmi ( misalkan jas lengkap dengan dasi ).
d) Dokumen
pendukung
Lampirkan
dokumen atau bukti - bukti tentang hal - hal yang dituliskan dalam CV ( resume
), seperti ijazah, transkrip nilai, sertifikat atau penghargaan, dsb ( dokumen
pendukung tersebut dalam bentuk photocopy ).
Agar
dokumen pendukung yang dilampirkan tidak terlalu banyak, sebaiknya anda
menyeleksi / menyortir dokumen mana yang paling penting dan relevan untuk
dilampirkan.
Penting
: Bila transkrip nilai anda tidak bagus, maka anda tidak perlu melampirkannya.
Karena CV atau resume tersebut merupakan promosi diri anda. Namun, seandainya
perusahaan penerima kerja meminta atau mensyaratkan untuk melampirkan
transkrip nilai, barulah anda terpaksa melampirkannya. Sebaliknya jika
transkrip nilainya bagus, anda justru harus melampirkannya.
3. Contoh
Curriculum Vitae
Daftar Pustaka :
Tugas III - Laporan (Bahasa Indonesia 2#)
Nama : Nurl Fathia Lulu Septiarini
NPM : 25212506
Kelas : 3EB19
NPM : 25212506
Kelas : 3EB19
Laporan
1. Sistematika Penulisan Laporan
Sistematika
merupakan suatu penjabaran secara deskriptif tentang hal-hal yang akan ditulis,
yang secara garis besar terdiri dari bagian awal, bagian isi dan bagian akhir.
Dalam prosedur format penulisan pembuatan makalah terdapat 3 hal utama yang
menjadi unsur pembuatan karya tulis ini, yaitu bagian awal, bagian isi dan
bagian akhir.
Untuk
bagian awal format sistematika penulisan ini berisikan beberapa unsur yang
mengandung gambaran dari isi karya tulis, kemudian untuk bagian isi merupakan
penjelasan detail mengenai content dari karya tulis dan untuk bagian akhir
merupakan data-data pelengkap dan pendukung pembuatan makalah.
1)
Bagian Awal
(Pelengkap Pembuka)
a.
Halaman
judul
·
Judul.
Judul merupakan pintu atau muka dari
sebuah karya ilmiah. Dalam judul karya ilmiah harus menampilkan fakta yang
ingin diungkapkan,jelas, positif, singkat, khas, serta mampu menampilkan kata
kunci dari sebuah tulisan.
·
Tujuan
penulisan.
·
Identitas
penulis
·
Instansi
asal
·
Kota
·
Tahun
Penyusunan
b.
Halaman
pengesahan.
Berisi tanda tangan yang mengesahkan laporan
tersebut.
c.
Kata
Pengantar.
Kata pengantar dituliskan untuk
memberikan gambaran secara umum kepada pembaca tentang latar belakang konteks
penelitian. Pada bagian ini penulis juga menyampaikan ucapan terimakasih kepada
pihak-pihak yang telah membantu penulis baik dalam pelaksanaan penelitian
maupun dalam penulisan laporannya.
d.
Daftar Isi.
Daftar isi adalah urutan
judul pada tiap bab beserta halaman yang terdapat pada sebuah buku atau
penulisan. Fungsi daftar isi sendiri yaitu untuk memudahkan kita mencari judul
penulisan secara cepat tanpa harus mencari satu persatu.
e.
Abstrak.
Abstrak digunakan untuk menyampaikan
gambaran singkat mengenai latar belakang, metode, serta temuan hasil
penelitian.
2)
Bagian Isi
a.
Pendahuluan
Secara umum bagian pendahuluan harus secara
lengkap mengemukakan tentang latar belakang, ruang lingkup / pembatasan dan
rumusan masalah, tujuan dan pertanyaan penelitian, serta anggapan dasar atau
hipotesis.
Dalam latar belakang masalah yang baik harus
mengandung tiga hal, yakni:
·
Penalaahan /
pembahasan mengenai literatur maupun hasil penelitian lain yang relevan dengan
masalah yang ingin diteliti.
·
Penjelasan
mengapa peneliti menganggap masalah / topik tersebut penting untuk dipelajari.
·
Manfaat
hasil penelitian bagi pengembangan ilmu pengetahuan dan aplikasi dal praktek.
Rumusan atau formulasi tujuan penelitian
dapat beruupa pernyataan atau hipotesis.Hipotesis adalah suatu pernyataan
sementara mengenai ada tidaknya hubungan antara 2 atau lebih variable/fenomena
yang diteliti.
b. Kajian
Pustaka dan Kerangka Teori
Kajian
pustaka merupakan bagian penting yang mengungkapkan teori-teori serta
hasil-hasil penelitian terdahulu yang pernah dilakukan pada topik yang sama
atau serupa.
Dalam
sebuah laporan penelitian, seperti tesis atau disertasi biasanya disusun suatu
kerangka teori berdasarkan hasil analisis atau tujuan pustaka yang telah
dilakukan. Kerangka teori merupakan dasar pemikiran yang menerangkan dari sudut
mana permasalahan ditinjau yang nantinya dijabarkan menjadi berbagai variabel
penelitian.
c. Metodologi
Penelitian
Perbedaan
utama antara karya ilmiah dengan bukan karya ilmiah adalah pada motodologi.
Pada bagian ini biasanya dijelaskan secara terperinci mengenai pendekatan atau
desain penelitian, populasi dan sampel penelitian, metode pengumpulan dan
analisis data, serta kelemahan-kelemahan penelitian.
Uraian
mengenai pendekatan atau desain penelitian pada umumnya menjelaskan tentang
apakah, misalnya penelitian yang dilakukan merupakan penelitian kualitatif atau
kuantitatif, sensus/survey, cross-section atau time-series, eksplorasi atau
korelasional, eksperimen murni atau eksperimen buatan, atau pendekatan umum
lainnya.
Populasi
menerangkan mengenai kolompok target yang menjadi sasaran dalam generalisasi
temuan, sedangkan penjelasan mengenai sampel menjelaskan tentang kelompok wakil
populasi yang dijadikan sumber data penelitian.
Pembahasan
tentang metode pengumpulan dan analisis data pada dasarnya merupakan inti dari
sebuah tulisan ilmiah. Pada bagian ini penulis harus menyajikan bagaimana data
dikumpulkan dari responden/sampel penelitian serta metode analisis.
Misalnya,
apakah data dikumpulkan melalui penyebaran kuesioner/daftar pertanyaan,
wawancara atau observasi langsung.
Hal
yang tidak kalah penting lagi dalam bagian metodologi penelitian adalah uraian
tentang kelemahan-kelemahan yang membatasi penelitian yang telah dilakukan.
Misalnya, keterbatasan jumlah sampel, kemungkinan kontaminasi data (apabila
penelitian eksperimental), serta keterbatasan waktu dan dana penelitian.
d. Pembahasan
Pembahasan
merupakan inti dari sebuah laporan penelitian. Pada bagian ini penulis harus
menyajikan secara cermat dan jelas mengenai analisis data serta pembahasannya
berdasarkan kajian pustaka dan kerangka teori yang telah dijelaskan sebelumnya.
Secara
umum, bagian ini menekankan tiga hal, yaitu:
·
Hasil analisis lengkap
·
Hasil analisis pokoknyang berhubungan dengan
tujuan dan pernyataan/hipotesis penelitian
·
Pembahasan mengenai hasil tersebut
dihubungkan dengan teori dan penelitian terdahulu yang di sajikan dalam bagian
kajian pustaka dan kerangka teori.
e. Penutup
(Kesimpulan dan Saran)
Bagian
ini merupakan bagian akhir dalam dari laporan penelitian. Effendi (1991)
mengemukakan bahwa kesimpulan adalah gambaran umum seluruh analisis dan
relevansinya dengan hipotesis dari penelitian yang di lakukan.
Penulisan
kesimpulan dapat dilakukan dengan menggunakan penomoran (1,2,3,4,5 dan seterusnya)
ataupun secara naratif, tapi untuk lebih
baiknya, penulisan simpulan dipaparkan dalam bentuk kalimat dan paragraf.
Setelah
kesimpulan, pada bagian ini juga dipaparkan pula saran-saran yang berkaitan
dengan jenis penelitian lanjutan yang dapat dilakukan serta saran-saran lain
yang terkait dengan hasil penelitian atau bagaimana mengatasi hambatan-hambatan
yang telah dialami oleh penulis dalam penelitian yang telah dilakukan.
3) Bagian
Akhir (Pelengkap penutup)
a. Daftar
Pustaka
Daftar
pustaka merupakan komponen wajib yang harus dicantumkan oleh penulis, sedangkan
lampiran dan daftar indeks hanya di tulis jika diperlukan.
Pada
umumnya, hal-hal yang harus dicantumkan dalam daftar pustaka adalah:
·
Nama penulis
·
Tahun terbit
·
Judul pustaka
·
Tempat terbit
·
Nama penerbit
Pada
umumnya urutan daftar pustaka mengacu pada urutan nama belakang secara
alpabetikel. Secara terperinci, tata cara penulisan daftar pustaka biasanya
mengikuti aturan yang berlaku secara internasional, yaitu standar dari
association of American phychology (APA). Contohnya:
Belawati,
T. 2000. Prinsip-Prinsip Pengelolaan Pendidikan Terbuka dan Jarak
Jauh.Jakarta: PAU-PPAI Universitas Terbuka.
b. Lampiran
Lampiran
dapat berupa tabel, gambar, peta, bagan, instrument penelitian, seperti
kuesioner atau daftar checklist untuk observasi dan bentuk lain yang telah
dipaparkan dalam bagian inti laporan.
c. Daftar
indeks atau glosarium
Indeks
adalah daftar kata atau istilah yang terdapat dalam pada laporan. Effendi
(1991) mengemukakan bahwa penulisan daftar kata atau indeks harus berkelompok
berdasarkan abjad awal kata atau istilah yang akan dituliskan. Penulisan indeks
pada umumnya di tujukan agar pembaca cepat mencari istilah atau kata-kata
khusus yang terdapat dalam laporan tersebut. Penulisan indeks disusun berdasarkan
nama atau subjek secara alpabetikal.
2.
Langkah – Langkah Membuat Laporan
a) Menetapkan
tujuan : Untuk apa laporan dibuat dan siapa pembaca laporan tersebut.
b) Merumuskan
judul ( sebagai topik bahasan)
c) Menentukan
teknik pengumpulan data. Misal wawancara, angket, observasi, eksperimen, studi
pustaka, dan uji laboratorium
d) Mengumpulkan
bahan laporan / data pendukung seperti surat – surat keputusan,notulen hasil
rapat, buku – buku, pedoman, hasil kegiatan, hasi penelitian, hasil diskusi,
foto atau gambar kegiatan, faktur atau bon pembelian dll.
e) Mengevaluasi
data
f) Membuat
kerangka laporan
3.
Manfaat Penyusunan Laporan Teknis
a)
Memberikan Keterangan.
Bermaksud memberikan
keterangan kepada atasan atau pihak yang harus mengetahui suatu kegiatan.
Jenisnya ada dua macam:
·
Jenis pertama laporan memberi katerangan yang menyangkut perkembangan
atau kegiatan rutin dari satu waktu ke waktu yang lain,laporan jenis ini sering
disebut laporan berkala.ada laporan berkala harian,mingguan,bulanan dan
tahunan.
·
Jenis Kedua adalah laporan khusus yang bersifat insidental.Laporan
khusus dapat berupa penyampaian hasil percobaan,pemeriksaan,atau hal-hal yang
berhubungan dengan jalannya suatu kegiatan.
b)
Memulai Suatu Kegiatan.
Dalam laporan jenis ini
dicantumkan uraian tetang segala sesuatu yang berkenaan dengan tugas yang akan
dilaksanakan.P enyajiannya harus tegas,terarah dan jelas.
c)
Mengkoordinasi Suatu Kegiatan.
Laporan jenis ini berisi
masalah pengaturan atau penempatan sesuatu pada tempatnya,susunannya atau
keadaannya secara wajar.segala sesuatu yang dikoordinasi dikemukakan secara
jelas dan padat.hanya pokok yang berhubungan dengan hal yang dikoordinasilah
yang perlu dimasukan dalam laporan.
d)
Merekam Pelaksanaan Kegiatan.
Laporan jenis ini dapat
dibedakan atas laporan kemajuan dan laporan akhir.Laporan kemajuan disusun
menurut jangka waktu tertentu.ada kalanya laporan kemajuan disusun tidak
berdasarkan jangka waktu tertentu,tetapi berdasarkan persentase pencapaian.
Laporan akhir merupakan rangkuman keseluruhan pekerjaan hingga selesai.
Laporan akhir merupakan rangkuman keseluruhan pekerjaan hingga selesai.
4.
Tujuan Laporan Teknis.
Budaya lapor melapor
merupakan sesuatu yang dianggap penting oleh berbagai kalangan,baik
pemerintahan maupun swasta.Tujuannya adalah agar pelaksanaan tugas yang
dipercayakan kepada si petugas dapat segera diketuhui oleh pihak yang menugasinya.
Daftar pustaka :
Langganan:
Postingan (Atom)
.jpg)
.jpg)
