Sabtu, 24 November 2012

Tugas Mata Kuliah Softskill Pengantar Bisnis Minggu 7



UNIVERSITAS GUNADARMA 

Fak.Ekonomi Jurusan Akuntansi 2012
Mata Kuliah : Softskill Pengantar Bisnis
Kelas : 1EB21
Nama : Nurl Fathia Lulu Septiarini
NPM : 25212506
Tugas Kelompok


Nama Kelompok                    NPM
1.Anis Septriyani P             (20212931)
2.Deslia Nisrina H              (21212894)
3.Melinda Chelviana          (24212541)
4.Nurl Fathia Lulu S           (25212506)
5.Tika Ervina Br K             (27212384)



   1.Buatlah dengan contoh kasus tentang proses produksi (input, proses, output) sebutkan jenis barangnya untuk pakaian, makanan, minuman, sepatu.
Proses input output pakaian(pakaian polo)
Input: Kain polyster,benang,alat bordir,mesih jahit,gunting,penjahit,kapas
Proses:Spinning yaitu proses mengolah kapas atau polyster menjadi benang,benang hasil pementalan akan masuk ke proses Soft Winder yaitu proses penggulungan benang hasil dari pementalan.benang yang masuk kedalam pemrosesan soft winder akan masuk ke pencelupan benang.Lalu proses selanjutnya adalah Weaving yaitu penenunan prosesnya dengan mesin tenun mempersiapkan benang hingga terbentuk anyaman benang yang siap masuk ke mesin tenun setelah itu masuk ke proses Weaving maka hasilnya adalah lembaran-lembaran kain.Shiage  adalah proses pemilihan dan pengecekan kain,proses ini untuk mengklasifikasi kain.Lulus dari proses Shiage kain akan masuk ke proses pemolesan terhadap warna, yang disebut Dyeing proses ini disebut proses akhir.
Output:Pakaian polo
Proses input output makanan
Input: Tepung terigu berbumbu,Air,Ayam,Minyak Goreng,Wajan,Kompor
Proses: Siapkan ayam dan dibumbui lalu ditepungi terlebih dahulu,masukan minyak kedalam wajan dan panaskan minyak sampai kira-kira panas,lalu masukan ayam yang sudah dibumbui dan ditepungi dan tunggu sampai matang lalu angkat dari wajan
Output: Fried Chicken
Proses output input minuman
Input: Es batu,Buah Mangga yang sudah dipotong,Blender,Gula,Air
Proses: Siapkan bahan terlebih dahulu.masukan esbatu,air,mangga,gula kedalam blender.lalu blender bahan tersebut sampai kelihatan lembut kurang lebih 3-5 menit untuk mengubah tekstur dalam jus.Setelah diblender lalu masukan kedalam gelas dan jus mangga siap disajikan
Output: Jus Mangga
Proses output input sepatu
Input: Kulit sapi,Tali,Benang,Kancing besi,Mesin,Penjahit
Proses: Desain, Pembuatan pola, Pemolaan dan pemotongan, Penyesetan (skiving)Bahan-bahan kulit yang sudah dipotong kemudian diseset dengan menggunakan mesin seset/ pisau seset,Pelipatan (folding) Bahan-bahan upper yang sudah diseset kemudian dilipat menggunakan lem (secara manual), Penjahitan, Merakit kulit dengan lapis,Finishing
Output: Sepatu kulit untuk pria

   2.Jelaskan perbedaan manajemen  produksi dan  produksi ceritakan dengan suatu ilustrasi
Dalam hal ini akan dikemukakan pengertian manajemen produksi dan pengertian produksi menurut beberapa pakar atau ahli sebagai berikut :
A. Pengertian Manajemen Produksi
Menurut Reksohadiprodjo, dan Soedarmo (1999 : 2) manajemen produksi adalah usaha pengelolaan secara optimal terhadap faktor-faktor produksi (resources) yang terbatas adanya untuk mendapatkan hasil tertentu dengan menggunakan prinsip-prinsip ekonomi yaitu dengan pengorbanan tertentu untuk mendapatkan hasil yang sebanyak-banyaknya atau dengan tingkat hasil tertentu diusahakan dengan pengorbanan yang sekecil-kecilnya.
Menurut Handoko (2000 : 3) manajemen produksi dan operasi merupakan usaha-usaha pengelolaan secara optimal penggunaan sumber daya-sumber daya (atau sering disebut faktor-faktor produksi) tenaga kerja, mesin-mesin, peralatan, bahan mentah dan sebagainya, dalam proses transformasi bahan mentah dan tenaga kerja menjadi berbagai produk dan jasa.
Menurut Assauri (1999 : 17) manajemen produksi dan operasi merupakan proses pencapaian dan pengutilisasian sumber daya-sumber daya untuk memproduksi atau menghasilkan barang-barang atau jasa-jasa yang berguna sebagai usaha untuk mencapai tujuan dan sasaran organisasi.
Dari uraian di atas, dapat dinyatakan bahwa manajemen produksi merupakan proses pencapaian dan pengutilisasian sumber daya yang ada guna memproduksi atau menghasilkan barang atau jasa yang berguna untuk mencapai tujuan dan sasaran organisasi.

B. Pengertian Produksi
Menurut Hatta (2000 : 9) produksi adalah segala pekerjaan yang menimbulkan guna, memperbesar guna yang ada dan membagikan guna itu di antara orang banyak.
Menurut Harsono (2000 : 9) produksi adalah setiap usaha manusia/ kegiatan yang membawa benda ke dalam suatu keadaan sehingga dapat dipergunakan untuk kebutuhan manusia dengan lebih baik.
Menurut Hadiprodjo dan Soedarmo (1999 : 1) produksi adalah merupakan penciptaan atau penambah faedah bentuk, waktu dan tempat atas faktor-faktor produksi sehingga lebih bermanfaat bagi pemenuhan kebutuhan manusia.
Dengan demikian. pengertian produksi secara luas adalah usaha atau kegiatan yang dilakukan yang dapat menimbulkan kegunaan dari suatu barang dan jasa untuk memenuhi kebutuhan orang banyak
Ilustrasi :
Pabrik Semen , mereka memproduksi semen setiap hari untuk di impor ke seluruh wilayah Indonesia atau diekspor ke luar negeri.Mereka menghasilkan output semen  itulah yang disebut produksi.Sedangkan manajemen produksi adalah orang-orang yang memimpin atau mengurus bagaimana proses produksi itu berlangsung.

   3.Sebutkan pengambilan keputusan dalam manajemen produksi
·         Pengambilan keputusan atas peristiwa yang pasti
·         Pengambilan keputusan atas peristiwa yang mengandung resiko
·         Pengambilan keputusan atas peristiwa yang tidak pasti
·         Pengambilan keputusan atas peristiwa yang timbul karena pertentangan dengan keadaan lain


Tugas Mata Kuliah Softskill Pengantar Bisnis Minggu 6


UNIVERSITAS GUNADARMA

Fak.Ekonomi Jurusan Akuntansi 2012
Mata Kuliah : Softskill Pengantar Bisnis
Kelas : 1EB21
Nama : Nurl Fathia Lulu Septiarini
NPM : 25212506
Tugas Kelompok


Nama Kelompok                    NPM
1.Anis Septriyani P             (20212931)
2.Deslia Nisrina H              (21212894)
3.Melinda Chelviana          (24212541)
4.Nurl Fathia Lulu S           (25212506)
5.Tika Ervina Br K             (27212384)

1.Perbedaan jenis-jenis pasar dan contohnya
   a.       Pasar Konsumen
                Pasar Konsumen adalah sekelompok pembeli yang membeli barang untuk dikonsumsi, bukannya dijual atau diproses lebih lanjut. Termasuk dalam pasar konsumen ini adalah pembeli-pembeli individual dan / pembeli rumah tangga (non bisnis). Barang yang dibeli adalah barang konsumsi.Contohnya :
      · Ibu rumah tangga yang membeli buah-buahan atau sayur-sayuran dipasar
      · orang yang membeli kebutuhan pokok seperti pakaian untuk digunakan sendiri
      · seseorang yang membeli barang-barang elektronik untuk digunakan sendiri.
         b.      Pasar Industri
                Pasar industri adalah pasar yang terdiri atas individu-individu dan lembaga atau organisasi yang membeli barang-barang untuk dipakai lagi, baik secara langsung maupun secara tidak langsung, dalam memproduksi barang lain yang kemudian dijual. Barang yang dibeli adalah barang industri.Contohnya :
      ·  pabrik kertas yang membeli kayu untuk diproduksi menjadi kertas
      ·  pabrik pensil yang membeli kayu  untukdiproduksi menjadi pensil
      ·  pengusaha kapas
          c.       Pasar Penjual
                 Suatu pasar yang terdiri atas individu-individu dan organisasi yang membeli barang-barang dengan maksud untuk dijual lagi atau disewakan agar mendapatkan untung.Contohnya :
       · pedagang sayuran dan buah-buahan di pasar
       · penjual elektronik
       · penjual kebutuhan pokok seperti beras,gula,garam dll.
           d.      Pasar pemerintah
                 Pasar dimana terdapat lembaga-lembaga pemerintah seperti departemen-departemen, direktorat, kantor-kantor dinas dan instansi lain.Contohnya :
        · Direktorat Jendral Pajak
        · Direktorat Jendral Perhubungan Udara
        · Direktorat Jendal Bea dan Cukai

2   2. Skema bauran pemasaran



     3.Tujuan system pemasaran
Ada empat alternatif yang menjadi tujuan sistem pemasaran, yaitu :
      1.      Memaksimalkan konsumsi
Kegiatan – kegiaatan pemasaran yang telah dijalankan seharusnya dapat merangsang terjadinya konsumsi maksimal yang pada gilirannya akan menciptakan produksi, kesempatan kerja, dan kemakmuran maksimalbagi masyarakat.
2.      Memaksimalkan kepuasan konsumen
Pandangan lain mengatakan bahwa tujuan sistem pemasaran adalah memaksimalkan kepuasan konsumen, bukan memaksimalkan konsumsi. Tetapi kepuasan konsumen sulit untuk diukur. Pertama, karena belum adanya tolak ukur kepuasan konsumen terhadap penggunaan suatu produk atau terhadap aktivitas pemasaran. Kedua, kepuasan yang diperoleh terkadang diikuti kondisi yang kurang menyenangkan, seperti pencemaran dan kerusakan lingkungan. Ketiga, kepuasaan sewaktu mengkonsumsi produk tertentu (barang bergengsi) sangat relatif, yaitu tergantung pada sedikit banyaknya orang lain yang mengkonsumsi barang tersebut.
                   3.      Memaksimalkan pilihan
           Tujuan lain dari sistem pemasaran adalah memaksimalkan ragam produk dan pilihan konsumen. Meskipun sistem ini memungkinkan konsumen untuk menemukan produk yang dengan tepat dapat memuaskan selera serta memaksimalkan gaya hiduup mereka, tetapi kompensasinya adalah peningkatan biaya. Pertama, karena produk yang semakin mahal dapat menyebabkan berkurangnya pendapatan nyata dan konsumsi konsumen. Kedua, pertambahan ragam produk tentu membutuhkan lebih banyak waktu konsumen untuk menentukan pilihannya.
                  4.      Memaksimalkan kualitas hidup
Sistem pemasaran dipercaya dapat meningkatkan taraf hidup melalui kualitas, kuantitas, ketersediaan, dan harga barang serta jasa, kualitas lingkuungan fisik, maupun kualitas lingkungan budaya. Sebagian besar masyarakat masih beranggapan bahwa mutu hidup adalah tujuan yang bernilai bagi sistem pemasaran, meskipun tidak mudah mengukurnya karena setiap individu mempunyai penilaian berbeda terhadap suatu produk.






Tugas Mata Kuliah Softskill Pengantar Bisnis Minggu 4 dan 5


UNIVERSITAS GUNADARMA

Fak.Ekonomi Jurusan Akuntansi 2012
Mata Kuliah : Softskill Pengantar Bisnis
Kelas : 1EB21
Nama : Nurl Fathia Lulu Septiarini
NPM : 25212506
Tugas Kelompok


Nama Kelompok                    NPM
1.Anis Septriyani P             (20212931)
2.Deslia Nisrina H              (21212894)
3.Melinda Chelviana          (24212541)
4.Nurl Fathia Lulu S           (25212506)
5.Tika Ervina Br K             (27212384)

1.Sebut dan jelaskan kiat wirausaha yang berhasil !
1.Alasan
Temukan alasan yang kuat mengapa anda ingin berwirausaha. Apakah karena susah cari pekerjaan, atau ingin merasakan menjadi seorang bos, bisa juga ingin mendapatkan penghasilan yang tak terbatas. Alasannya bisa apa saja, yang terpenting semakin kuat alasan anda untuk berwirusaha maka semakin fokus anda pada tujuan anda.
2. Keyakinan Yang Kuat
Anda harus memiliki kepercayaan yang kuat dan positif. Contohnya : anda yakin bahwa anda bisa menjadi seorang wirausaha yang sukses, atau wirausaha itu mudah asal kita tahu caranya. Keyakinan yang positif seperti itulah yang harus anda bangun. Jangan sampai yang negatif yang justru mendominasi pikiran anda. misalnya seperti : saya takut gagal, wirausaha itu perlu bakat, dll. Pikiran negatif seperti itu harus anda singkirkan jauh-jauh.
3. Impian yang Jelas
Anda harus memiliki impian yang jelas. Karena dengan impian itu anda akan termotivasi untuk meraihnya. Jangan takut untuk memiliki impian yang tinggi. Karena semakin tinggi impian anda tentunya akan memberikan daya dorong yang lebih besar pada diri anda. Akan tetapi tetap harus bersikap fleksibel dan jangan sampai impian anda sesuatu yang mustahil bisa dicapai.
4. Penguasaan Ilmu (Belajar)
Dalam memulai wirausaha kita dituntut untuk terus belajar dan memiliki pikiran yang terbuka. Kita bisa belajar dari buku, orang lain yang sudah menjalankan bisnis, ataupun dari seminar-seminar.
5. Aksi
Langkah inilah yang paling penting dalam berwirausaha. Karena tanpa aksi tidak akan ada yang terjadi. Hanya dengan aksi atau tindakanlah kita bisa semakin dekat dengan impian kita.
6. Doa
Langkah yang ke-6 adalah do’a. Karena bagaimanapun kerasnya usaha kita, tetap saja Tuhan jugalah yang menetukan. Kita sebagai manusia hanya bisa berusaha dan berusaha.

Kiat Sukses Berwirausaha
· Yakin
  Yakin bahwa berwirausaha adalah pilihan terbaik. Tanpa keyakinan, usaha yang dijalankan tidak akan bertahan lama.
· Buat rencana di awal, lalu langsung kerjakan
Terlalu banyak merencanakan dan menghitung-hitung membuat usaha yang direncanakan itu tidak pernah dimulai
· Miliki tujuan yang jelas
Apa yang hendak dicapai? Sukses? Sukses seperti apa? Rumuskan sukses yang ingin dicapai itu secara konkret. Misalnya, dalam satu tahun pertama memiliki omset Rp 100 juta per bulan, dalam tahun kedua membuka dua outlet baru, dan sebagainya.
· Jalankan bisnis seperti yang dicontohkan oleh Rasulullah SAW
sejak awal berwirausaha, Rasulullah selalu menerapkan prinsip kejujuran dan menjunjung etos kerja yang tinggi. Rasulullah tak pernah bermalas-malasan, mengecewakan pelanggan, atau menghalalkan segala cara untuk mendapatkan keuntungan yang besar.
· Optimis dan semangat
Tetap optimis dan bersemangat walau banyak tantangan yang menghadang, misalnya sepi pelanggan, merugi, banyak pesaing, dsb
· Jangan takut untuk bermimpi
Bermimpilah akan meraih sukses. Bermimpilah akan meraih omset ratusan juta rupiah sebulan, memiliki pelanggan yang loyal, membuka banyak cabang atau outlet di tempat lain, dan sebagainya. Bermimpilah menjadi pembayar pajak dan pembayar zakat terbesar.
· Siapkan mental
Seperti halnya sukses, gagal juga merupakan resiko berwirausaha. Seseorang baru disebut gagal jika sudah menyerah serta tak mau bangkit dan mencoba lagi.
·         Cinta
Jalankan usaha dengan rasa suka dan cinta. Jika sudah menyukai usaha yang dijalankan, maka tak akan segan-segan mengorbankan waktu, tenaga, dan pikiran untuk mengembangkan usaha.

Beberapa Kiat Sukses Berwirausaha
·         Memiliki kemauan kuat
Hal ini dapat diartikan sebagai niat untuk berwirausaha dan menekuni usaha sesuai dengan kemampuan atau keahlian yang akan digeluti dalam berwirausahamisalnya saja niat ini dipertegas dengan kemauan untuk mencari informasi baik secara langsung ataupun tidak langsung seputar bidang usaha yang menjadi rencana, baik mengenai bahan, pemasaran, peluang usaha, dan hal lainnya yang mendukung.
·         Action atau bertindak
Yaitu kegiatan untuk segera merealisasikan rencana dengan segera memulai dan memulainya dari level yang paling dasar sehingga cita-cita atau kemauan berwirausaha ini tidak hanya sebatas anagn-angan yang jika dibiarkan akan menguap begitu saja sehingga tinggal cerita dan sebatas mimpi.
Dengan aksi nyata meskipun dengan modal usaha yang minim dalam semua hal kita akan mengetahui apa kekurangan dan kelemahan kita dalam berwirausaha melalui praktik secara langsung ataupun proses membangun wirausaha.
·         Selalu kreatif dan inovatif
Ada banyak pengusaha muda sukses dan lebih berhasil daripada pengusaha yang sebelumnya telah lama menggeluti bidang usaha yang sama meskipun modal dan pengalaman kalah. Dengan kreativitas serta selalu inovatif akan mudah membka segmen pasar baru. Kreativitas dan inovasi mampu mengalahkan teori stigma pasar dan perilaku konsumen.
·         Mengenali perilaku konsumen
Adalah salah satu hal yang harus dikuasai oleh seorang yang terjun dalam dunia wirausaha, agar mengetahui dengan sebenarnya apa yang disenangi, diharapkan dan hal-hal yang tidak disukai konsumen terhadap produk atau usaha yang sedang digeluti.
Caranya adalah dengan mendekati konsumen, bertanya, mengamati perilaku, membaca lapangan yaitu melihat kondisi sebenarnya yang terjadi dengan turun langsung di pasar sebagai tempat bertemunya pembeli dan penjual.
·         Tahan banting atau pantang menyerah
Yaitu sikap mental yang tidak mudah putus asa dan menyerah pada keadaan saat usaha kita ada masalah dan mengalami surut, selalu berpikir positif dan selalu belajar dan bangun di saat jatuh dengan selalu berjiwa besar. Disaat jatuh selalu dijadikan motivasi tersendiri untuk intropeksi agar tidak terulang sekaligus bergerak lebih maju untuk menjadi yang lebih baik.
·         Membangun jaringan
Menjadi seorang pengusaha harus mampu membangun jaringan dengan stakeholder (pemangku kepentingan) yang berhubungan dengan wirausaha yang kita lakukan, dengan seefektif mungkin untuk kelancaran usaha dan pengembangan usaha.
·         Mempelajari kiat sukses berwirausaha
Ada banyak cara dari berbagai kalangan dan memilih mana yang sesuai dan cocok dengan kita untuk diadopsi dan dikembangkan sendiri sehingga berkarakter spesial sesuai dengan karakter usaha kita sendiri.
·         Turun tangan sendiri
Untuk menjadi pengusaha kecil atau besar harus mau turun kelapangan atau turut serta melakukan pekerjaan agar kita tahu dengan sebenarnya permasalahan apa yang sedang kita hadapi.

2.Berikan masing-masing 3 contoh usaha franchising lokal dan asing untuk bidang pendidikan, kesehatan, jasa, makanan/minuman!


Usaha waralaba pendidikan:
·         ILP (International Language Program)
·         NF (Nurul Fikri)
·         ITutorNet
Usaha waralaba kesehatan:
·         Apotek K-24
·         Century
·         Guardian
Usaha waralaba jasa:
·         JNE
·         Londre
·         Simply Fresh
Usaha waralaba makanan/minuman:
·         KFC
·         Semerbak Coffe
·         J.CO Donuts

3.      Jelaskan perbedaan antara kewirausahaan dan bisnis kecil!
Bisnis kecil adalah bisnis yang dikelola secara mandiri dan tidak mendominasi pasarnya. Perbedaan antara bisnis kecil dengan kewirausahaan adalah aspirasi. Wirausahawan termotivasi untuk tumbuh. Berkembang dan membangun.

4.      Denah / layout
                  Lantai 1


Lantai 2



Selasa, 20 November 2012

Tugas Mata Kuliah Softskill Pengantar Bisnis Minggu 2



UNIVERSITAS GUNADARMA



Fak.Ekonomi Jurusan Akuntansi 2012

Mata Kuliah : Softskill Pengantar Bisnis
Kelas : 1EB21
Nama : Nurl Fathia Lulu Septiarini
NPM : 25212506
Tugas Kelompok



Nama Kelompok                    NPM
1.Anis Septriyani P             (20212931)
2.Deslia Nisrina H              (21212894)
3.Melinda Chelviana          (24212541)
4.Nurl Fathia Lulu S           (25212506)
5.Tika Ervina Br K             (27212384)


1. Satu contoh  perusahaan  nyata yang universal yang dapat  menjelaskan  tujuan dari perusahaan 


            PT.  UNILEVER

    Tujuan dan prinsip :

Ø Tujuan Perusahaan Unilever menyatakan bahwa satu-satunya cara untuk mencapai pertumbuhan yang berkelanjutan dan jangka panjang penciptaan nilai adalah dengan menerapkan standar tertinggi etika perusahaan terhadap seluruh pemangku kepentingan.
Ø   Tujuan corporate kami adalah bahwa kesuksesan memerlukan “standar tertinggi dari perilaku corporate terhadap setiap orang yang bekerja dengan kami, komunitas yang kami sentuh dan lingkungan yang terdampak dari pekerjaan kami.”
Ø   Selalu bekerja dengan integritas
Beroperasi dengan integritas dan rasa hormat pada orang-orang, sentuhan bisnis kami pada organisasi dan lingkungan selalu menjadi pusat dari tanggung jawab corporate kami.
Ø  Dampak Positif
Kami bertujuan memberikan dampak positif dengan berbagai cara: melalui brand kami, melalui kegiatan komersial dan hubungan kami, melalui kontribusi sukarela, serta berbagai cara lain dimana kami berhubungan dengan masyarakat.
Ø  Komitmen yang berlanjut
Kami juga berkomitmen untuk terus meningkatkan cara dalam menangani dampak lingkungan dan bekerja dengan tujuan jangka panjang kami dalam mengembangkan bisnis yang berkelanjutan.
Ø  Menjalankan aspirasi kami
Tujuan corporate kami telah memberikan aspirasi bagi kami untuk mengelola bisnis. Hal ini diperkuat peraturan kami dalam prinsip-prinsip bisnis yang menjelaskan standar operasional yang diikuti semua karyawan Unilever, dimanapun mereka berada diseluruh dunia. Aturan ini juga mendukung pendekatan kami pada pemerintah serta tanggung jawab corporate.
Ø  Bekerja dengan yang lain
Kami ingin bekerja dengan para penyedia sumber daya yang memiliki nilai dan standar yang sama dengan kami dalam bekerja. Peraturan tentang rekanan bisnis, sejalan dengan peraturan prinsip bisnis kami, terdiri dari sepuluh prinsip yang meliputi integritas bisnis dan tanggung jawab yang berhubungan dengan karyawan, konsumen dan lingkungan.
Ø  Sebuah kode dimana kita hidup dan bekerja
Aspirasi yang ditetapkan dalam Tujuan Perusahaan kami didukung oleh Kode Etik Prinsip Bisnis. Kode ini menjelaskan standar operasional untuk semua karyawan di seluruh dunia. Komitmen dalam Kode mendorong kami pendekatan pemerintahan dan tanggung jawab perusahaan.

2.Jelaskan tentang  pendekatan  bisnis dengan menggunakan contoh perusahaan yang nyata!

   Pendekatan yang di pakai oleh PT Unilever
Ø  Menang dengan orang-orang, bahwa mereka percaya dalam  memberikan sebuah lingkungan di mana individu dapat mencapai tujuan mereka, baik secara profesional maupun pribadi. Dalam rangka untuk menarik dan mempertahankan orang-orang terbaik, kami menyadari kebutuhan untuk menawarkan mereka cara untuk memanfaatkan peluang, ruang untuk berhasil dan tumbuh, dan arah lebih di mana untuk mengejar karir mereka. Pendekatan kami didirikan pada nilai-nilai kita sebagaimana tercantum dalam Kode Etik Prinsip Bisnis. Ini menjelaskan cara di mana kita berusaha untuk memperlakukan orang kami dan juga standar tinggi perilaku dan integritas kita harapkan dari mereka.
Ø  Sebuah tempat untuk berhasil, membangun budaya kinerja yang memberikan penghargaan orang-orang yang memberikan. Inspiring rakyat kami dan memotivasi mereka untuk sukses akan membantu kita memberikan ambisi pertumbuhan kami.
Ø  Proses transformasi, pada saat proses transformasi berarti mengambil keputusan sulit. Dimana hilangnya pekerjaan telah diperlukan kami telah mengambil pendekatan yang bertanggung jawab
Ø  Akurasi dan keandalan informasi yang dilaporkan terjamin melalui manajemen internal dan sistem informasi, dengan setiap bagian disetujui oleh pemilik fungsional yang relevan.

3.Terangkan dengan satu perusahaan nyata universal pengaruh lingkungan internal dan eksternal suatu perusahaan!
    1.      Identifikasi Lingkungan Internal Perusahaan
Struktur Perusahaan :
 ·        Dewan Komisaris
Dewan Komisaris adalah sebuah dewan yang bertugas untuk melakukan pengawasan dan memberikan nasihat kepada direktur Perseroan terbatas (PT).
Jan Zijderveld
Presiden Komisaris. Belanda warga negara, lahir di Belanda. Komisaris Utama Unilever Indonesia, Bapak  Zijderveld telah Eksekutif Unilever Wakil Presiden untuk Asia Tenggara Australasia sejak 2008. Jabatan senior sebelumnya di Unilever termasuk Ketua Nordic Ice-Cream (GB Glace), Ketua Saudi (GCC & Iran), Ketua Saudi dan  Mashreq (Mesir), Ketua Timur Tengah dan Afrika Utara, dan Ketua Kelompok Usaha Pengiklan GCC. Ia bergabung dengan Unilever pada tahun 1998. Beliau meraih gelar dari University of Waikato, Hamilton Studi Bisnis Manajemen NZ, dalam Pemasaran.
Bambang Subianto
Komisaris Independen. Warga Negara Indonesia, lahir di Madiun. Komisaris Unilever Indonesia sejak 2005. Saat ini beliau adalah Komisaris Utama PT Jamsostek dan PT Apexindo Pratama Duta Tbk. Beliau meraih gelar Sarjana dari Institut Teknologi Bandung, MBA dan PhD dari Universitas Katolik Leuven, Belgia.
Cyrillus Harinowo
Komisaris Independen. Warga Negara Indonesia, lahir di Yogyakarta. Komisaris Unilever Indonesia sejak 2004, dan Ketua Komite Audit sejak 2005. Ia juga seorang Komisaris PT Bank Central Asia Tbk, dan. Sebuah Rektor STIE Perbanas. Beliau meraih gelar Drs di Akuntansi dari Universitas Gadjah Mada, gelar MA dalam bidang Ekonomi Pembangunan dari Williams College, Amerika, dan PhD di bidang Ekonomi Moneter Internasional dari Vanderbilt University, USA.
Erry Firmansyah
Komisaris Independen. Warga Negara Indonesia, lahir di Bandung.  Komisaris Unilever Indonesia sejak 1 Juli 2009. Ia juga menjabat Presiden Komisaris dari Kustodian Sentral Efek Indonesia (PT KSEI), Komisaris PT Perusahaan Pengelola Aset (Persero), PT Delta Dunia Makmur Tbk. dan PT Elang Mahkota Teknologi Tbk, dan. Komisaris Independen PT Benakat Petroleum Energy Tbk. Dia memegang berbagai posisi senior termasuk Direktur Lippo Group (1997-1998), Presiden Direktur PT KSEI (1998-2002), Direktur Utama Bursa Efek Jakarta (2002 - 2007), dan Presiden Direktur Bursa Efek Indonesia (2007 -2009). Lulus dari Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia pada tahun 1981 dengan gelar Sarjana Akuntansi.

·         Direksi
Direksi dipilih untuk memimpin Unilever Indonesia

Maurits Daniel Rudolf Lalisang
Presiden Direktur. Warga Negara Indonesia, lahir di Makassar.  Warga Negara Indonesia, lahir di Makassar. Presiden Direktur Unilever Indonesia sejak 2004. Bergabung dengan Unilever Indonesia pada 1980. Jabatan senior sebelumnya termasuk Direktur Corporate Relations, Direktur Foods, Direktur Home Care, dan Direktur Penjualan. Dia lulus dari Universitas Indonesia dengan gelar di bidang Administrasi Bisnis, dan dihadiri Program Eksekutif Lanjutan di Kellog Graduate School of Management dari University of Chicago, AS, pada tahun 2001.

Franklin Chan Gomez
Direktur. Filipina warga, lahir di Bacolod City, Filipina. Filipina warga, lahir di Kota Bacolod, Filipina. Direktur Keuangan dan Chief Financial Officer Unilever Indonesia sejak Mei 2009. Bergabung dengan Unilever pada tahun 1991. Jabatan senior sebelumnya termasuk Direktur Keuangan Nasional, Unilever Filipina; Inovasi dan Belajar Direktur Keuangan Excellence Centre, London, dan Keuangan - Direktur Ice Cream Selecta Wall, Filipina. Beliau meraih gelar Bachelor of Arts di bidang Ekonomi dan BSc Akuntansi dari Universitas De La Salle di Manila.

Debora Herawati Sadrach
Direktur. Warga Negara Indonesia, lahir di Sukabumi. Warga Negara Indonesia, lahir di Sukabumi. Direktur Home and Personal Care sejak 2007. Bergabung dengan Unilever Indonesia pada 1988. Jabatan senior sebelumnya termasuk Direktur Personal Care, General Manager, Marketing Services Department, Controller Pemasaran - Divisi Perawatan Tubuh, Marketing Manager - Perawatan rambut, dan Marketing Manager - Oral Care. Dia memegang gelar sarjana dalam Kedokteran Gigi dari Universitas Trisakti dan gelar pasca sarjana dari Boston University School of Education.

Hadrianus Setiawan
Direktur. Warga Negara Indonesia, lahir di Jakarta. Warga Negara Indonesia, lahir di Jakarta. Pelanggan Pengembangan Direktur sejak 2010. Bergabung dengan Unilever Indonesia pada 2000. Jabatan senior sebelumnya termasuk Direktur Makanan - Unilever Indonesia, Direktur Pemasaran - Campbell Arnott Indonesia, dan SVP and Head of Marketing - HSBC Indonesia. Beliau meraih gelar PhD dari University of London, Inggris.

Biswaranjan Sen
Direktur (calon). Warga Negara India, lahir di Calcutta, India. Warga Negara India, lahir di Calcutta, India. Pasokan Direktur Chain sejak 2010. Bergabung Operasi India Unilever pada tahun 1991. Tugas senior sebelumnya termasuk Operasi VP - Hindustan Unilever Limited (Hul), GM Perencanaan & Logistik - Hul, GM Operasi - Hul, dan Daerah SC Manajer - HC Asia. Dia memiliki gelar dalam Teknik Kimia dari Universitas Jadavpur, Calcutta.

Ira Noviarti
Direktur. Warga Negara Indonesia, lahir di Jakarta. Tentukan Ice Cream dan  Pemasaran Direktur Layanan sejak November 2010 dan akan terpilih pada 2011 RUPS. Bergabung dengan Unilever Indonesia pada tahun 1995. Jabatan senior sebelumnya termasuk Manajer Pemasaran untuk Perawatan Wajah dan Tubuh, Manajer Pemasaran Makanan, Marketing Manager Ice Cream, SEAA dan  NEA Regional Brand Manager Senior Ponds. Dia lulus dari Universitas Indonesia pada tahun 1995 jurusan Akuntansi Keuangan.

·         Eksekutif Direktur
Para direktur Eksekutif adalah mereka anggota eksekutif Unilever (UEX), termasuk kepala eksekutif kelompok, yang juga direktur Unilever.
Paul Polman - Chief Executive Officer
Paul Polman, CEO, diangkat seorang Direktur Eksekutif kepada Dewan Unilever PLC dan Unilever NV pada Oktober 2008, pertama kali calon eksternal dipilih untuk peran.
·         Direktur non- Eksekutif
Para direktur non-eksekutif adalah unsur independen dalam pemerintahan Unilever.
Michael Treschow - Ketua Unilever NV dan PLC
Michael telah memiliki karir dibedakan dengan berbagai perusahaan multinasional di kedua peran Eksekutif dan Non-Eksekutif. Dia telah diberikan penghargaan bergengsi oleh Swedia, Spanyol dan Perancis sebagai pengakuan atas kontribusinya untuk perdagangan hubungan.

Louise Fresco
Fresco Louise adalah seorang ilmuwan pertanian dan Profesor Pembangunan Internasional dan Keberlanjutan di Universitas Amsterdam

Ann Fudge
Seorang lulusan MBA dari Harvard University, Ann M. Fudge adalah direktur kehormatan dari Catalyst, direktur dari The Rockefeller Foundation dan di dewan pengawas dari Harvard University.

Charles Emas
Seorang lulusan MBA dari Lehigh University di Pennsylvania, Charles Emas kemudian membedakan dirinya dalam dua industri: otomotif dan farmasi.

Dr Byron Grote
Byron Grote memiliki gelar PhD dalam Analisis Kuantitatif dari Cornell University. Setelah memegang berbagai posisi eksekutif dalam BP, ia ditunjuk sebagai Managing Director pada tahun 2000 dan menjadi Chief Financial Officer pada tahun 2002.

Hixonia Nyasulu
Seorang karyawan Unilever pemasaran mantan, Hixonia Nyasulu sekarang mengetuai Dewan Sasol Ltd dan melayani di JPMorgan SA Advisory Board.

The Rt Hon Sir Malcolm Rifkind, MP
Sir Malcolm Rifkind telah menjadi Anggota Parlemen Inggris sejak 1974 dan menjabat sebagai menteri di bawah pemerintahan Konservatif selama periode 18-tahun, akhirnya menjadi Menteri Luar Negeri. Ia juga seorang pengacara yang berkualitas dan Penasehat Ratu.

Kees Badai
Karir keuangan Kees Storm melihat dia naik menjadi Ketua di AEGON pada tahun 1993 - sebuah posisi yang dijabatnya dengan perbedaan besar sampai 2002. Dia sekarang melayani di Board pengawasan di KLM, PON Holdings, AEGON, Baxter dan InBev, serta di Unilever.

Paul Walsh
Paul Walsh ditunjuk Chief Executive Officer Diageo pada tahun 2000. Menyadari keberhasilannya dalam membangun Diageo menjadi perusahaan terkenal di dunia, Paulus menerima 'Dekade Excellence Award' pada Penghargaan Bisnis Nasional Inggris pada 2008.
·         Unilever Eksekutif (UEX)

Eksekutif  Unilever (UEX) bertanggung jawab untuk mengelola laba rugi, dan memberikan pertumbuhan di daerah kami, kategori dan fungsi.
Paul Polman - Chief Executive Officer
Paul Polman, CEO, diangkat seorang Direktur Eksekutif kepada Dewan Unilever PLC dan Unilever NV pada Oktober 2008, pertama kali calon eksternal dipilih untuk peran.

Douglas Anderson Baillie - Kepala SDM Petugas
Douglas Baillie adalah warga negara Inggris, lahir (1955) dan dididik di Zimbabwe. Doug lulus dari University of Natal dengan jurusan Administrasi Bisnis Keuangan, Pemasaran dan Bisnis dan bergabung dengan Unilever Afrika Selatan pada 1978.

Profesor Genevieve Berger - Kepala Riset & Development Officer
Genevieve Berger dididik dalam fisika dan kedokteran, dan memegang tiga gelar doktor: PhD di Fisika, PhD di Biologi Manusia dan Doktor Medis.

Jean-Marc Huet - Chief Financial Officer
Jean-Marc Huet bergabung dengan Unilever pada bulan Februari 2010 sebagai Chief Financial Officer.

Dave Lewis - President, Personal Care
Dave Lewis telah memiliki karir panjang di Unilever, mulai tahun 1987 dan bergerak melalui peran yang berbeda di rumah dan perawatan pribadi di Eropa, Amerika Selatan dan Asia.

Harish Manwani - Chief Operating Officer
Harish Manwani adalah lulusan kehormatan dari Mumbai University dan memiliki gelar master dalam studi manajemen. Dia juga menghadiri Advanced Management Program di Harvard Business School.

Sandy Ogg - Kepala SDM Petugas
Sandy lahir di Norfolk, Virginia, Amerika Serikat pada 1954. Ia dididik di US Coast Guard Academy, George Washington University dan Northwestern University dan menikmati karir yang luas dalam pengembangan kepemimpinan dan manajemen perubahan sebelum bergabung dengan Unilever pada tahun 2003.

Michael B. Polk - Global Presiden Makanan, Home and  Personal Care
Michael Polk melayani di Dewan Eksekutif (UEX) dari Unilever. Dia diangkat Presiden, Makanan Global, Home and Personal Care pada Juni 2010.

Pier Luigi Sigismondi - Pasokan Petugas Rantai Kepala
Pier Luigi Sigismondi diangkat Kepala Supply Chain Officer dan anggota dari Eksekutif Unilever pada September 2009. Sebuah nasional Italia, ia meraih Magister Sistem dan Teknik Industri dan  dari Institut Teknologi Georgia, Atlanta, Georgia.

Keith Weed - Chief Marketing dan Chief Komunikasi
Gulma Keith memulai karirnya dengan Michelin dan bergabung dengan Unilever pada tahun 1983, pindah ke posisi senior di Perancis dan Amerika Serikat dan peran global. Beliau meraih gelar kelas satu di bidang teknik dari University of Liverpool.

·         Senior Pejabat Perusahaan
Perwira senior Unilever perusahaan bertanggung jawab untuk memastikan bahwa Dewan pertemuan dan pertemuan komite Dewan dipasok dengan informasi yang mereka butuhkan.
Alan Johnson - Chief Auditor
Alan Johnson lahir di London pada tahun 1955. Ia bergabung dengan Unilever pada tahun 1975 sebagai trainee keuangan. Dia adalah seorang akuntan bersertifikat disewa dan anggota dari British Institute of Management.

Tonia Lovell - Legal Officer Kepala & Kelompok Sekretaris
Tonia Lovell memiliki gelar dalam bidang hukum dari Sidney Sussex College, Cambridge dan telah diakui sebagai pengacara dan anggota Law Society pada bulan November 1993.

Charles Nichols - Kelompok Pengendali
Charles Nichols lahir di Inggris pada tahun 1961. Dia memiliki gelar dalam kimia dari Yesus College, Oxford dan merupakan rekandari Asosiasi Chartered Akuntan.



·         Karyawan
Memastikan organisasi kami dan bakat adalah siap untuk pertumbuhan. Sangat penting kita memiliki orang-orang dengan bakat yang tepat dan organisasi pendukung di tempat untuk memenuhi ambisi pertumbuhan kami. Keterlibatan dan hidup nilai-nilai kita adalah penting untuk menjaga orang-orang terbaik. Mengukur perubahan budaya adalah ilmu eksak tapi kami berupaya keras untuk terlibat dengan karyawan untuk mengetahui apakah mereka mengerti visi perusahaan dan peran mereka di dalamnya, apa pandangan mereka tentang Unilever dan apa yang mereka percaya kebutuhan untuk mengubah untuk mencapai ambisi kita. Pada tahun 2009 kami memulai program keterlibatan karyawan yang akan memastikan karyawan terlibat dalam visi Unilever dan rencana untuk masa depan.
·         Investor Pusat
Tetap berhubungan dengan harga saham kami, baca hasil terbaru keuangan dan presentasi, mengetahui lebih lanjut tentang tata kelola perusahaan kami dan tetap up to date dengan berita terbaru dan peristiwa.

2.      Identifikasi Lingkungan Eksternal Perusahaan
Kemampuan perusahaan untuk memanfaatkan peluang yang ada dan mengatasi  ancaman-ancaman yang dihadapi oleh perusahaan berada pada kondisi menengah. Berdasarkan hasil perhitungan matrik EFE terlihat bahwa stabilitas ekonomi relatif baik dengan jumlah skor 0,428 merupakan peluang yang sangat besar untuk dimanfaatkan oleh PT Unilever Indonesia dalam meningkatkan penjualan.
Penentuan posisi perusahaan sangat penting bagi perusahaan dalam memiliki alternatif strategi untuk menghadapi perubahan yang terjadi dalam usaha yang dijalankan. Karyawan, pemerintah, investor dan banyak orang lain mendapatkan keuntungan ekonomi dari kegiatan kami. Sebuah kesempatan yang berkembang adalah untuk memenuhi kebutuhan konsumen berpenghasilan rendah dalam mengembangkan dan pasar negara berkembang. Apakah itu melalui saluran distribusi baru, menggunakan format lebih kecil atau menciptakan produk baru, kami mencoba untuk mengembangkan model bisnis untuk mencapai anggota masyarakat yang paling miskin.
                        Faktor eksternal dari PT Unilever :
·         Konsumen dan  supplier
Kami bertujuan untuk mengelola isu-isu keberlanjutan kami di seluruh rantai nilai kami. Hal ini melibatkan kerja sama dengan pelanggan kami dan pemasok kami.
·         Pelanggan
Dalam lanskap pelanggan cepat berubah, isu keberlanjutan menjadi bagian yang jauh lebih besar dari interaksi kita dengan pengecer besar.
·         Pemasok
Kami berkomitmen untuk mendukung mitra kami dalam bekerja terhadap prinsip-prinsip yang digariskan dalam Kode Pemasok Unilever.
·          Eksternal dan jaminan
Di sini kita berbagi pandangan eksternal pada strategi kami dan pelaporan.

Ø  Pandangan Eksternal
Strategi kami dan pelaporan diperkuat oleh umpan balik yang kami dapatkan dari para stakeholder. Tahun ini kami telah kembali meminta para ahli eksternal yang membentuk Grup Pengembangan Unilever Berkelanjutan untuk pandangan mereka pada kemajuan kami sampai saat ini. Jaminan Internal dan eksternal juga merupakan bagian penting dari pendekatan kami.
1.      Jaminan
Jaminan internal dan eksternal merupakan bagian penting dari pendekatan kami.
2.      Dampak ekonomi: fakta dan  angka
Karyawan, pemerintah, investor dan banyak orang lain mendapatkan keuntungan ekonomi dari kegiatan kami.

Ø  Dampak Ekonomi
Bisnis kami menghasilkan kekayaan dengan menambahkan nilai bahan baku yang kami beli, karena kami memproduksi produk untuk menuntut standar dan memasarkan kepada konsumen.
Meskipun resesi terburuk dalam beberapa dasawarsa bisnis kami telah ulet dan kami telah membuat kemajuan yang baik. Kami menjual produk sehari-hari seperti pasta gigi dan sabun, dimana orang terus menggunakan bahkan di masa sulit. Pertumbuhan adalah berbasis luas di seluruh pasar dan kategori. Volume kami dijemput dan pangsa pasar meningkat sepanjang tahun.
Pada akhir tahun kami tumbuh pangsa volume di dua pertiga dari bisnis kami, dibandingkan dengan hanya sepertigatahun sebelumnya. Kami telah mengambil tindakan untuk memastikan bahwa harga kami tetap kompetitif dan jika memungkinkan, kami telah disesuaikan untuk mencerminkan harga mengurangi biaya komoditas, sama seperti kita mengambil meningkat diperlukan pada tahun 2008.
Kami menghasilkan laba operasional sebesar € 5 020.000.000 dan penjualan 39 € 823 juta pada tahun 2009.  Keluar dari pendapatan penjualan (omset), kami menghabiskan lebih dari € 28500000000 dengan pemasok barang dan jasa sedangkan operasional kami menciptakan € 11300000000 nilai tambah. Karyawan kami memperoleh bagian terbesar, mendapatkan 5200000000 € dari total. Para pemberi modal yang membiayai operasi kami memperoleh pangsa kedua terbesar dari dividen yang dibayarkan, dengan € 959.000.000 untuk pemerintah pajak perusahaan.
1.      Negara ekonomi dampak studi
Ada perdebatan lama tentang bagaimana perusahaan multinasional besar berkontribusi terhadap ekonomi lokal dan kehidupan orang biasa.
2.      Mendukung usaha mikro
Banyak bisnis kecil dan petani baik memasok kami atau menjual atau mendistribusikan produk kami. Kami bekerja denganbanyak dari mereka untuk meningkatkan keterampilan, produktivitas dan pendapatan.
3.      Indeks GRI
Indeks ini menyediakan tinjauan pelaporan kami terhadap Pedoman Pelaporan Kesinambungan GRI G3. Penilaian pribadi kami pada Laporan Perkembangan Kesinambungan tahun 2009 mengidikasikan bahwa kami adalah pelapor yang mendapatkan B+.

Program Pelaporan Global
Pedoman Pelaporan Kesinambungan G3 dari Program Pelaporan Global menyediakan serangkaian indikatorkomprehensif yang meliputi dampak ekonomi, lingkungan hidup dan etis dari tindakan sebuah perusahaan.
Prinsip-prinsip laporan ini telah menyampaikan laporan kami selama bartahun-tahun. Kami telah menilai diri kami sebagai pelapor B+ menurut aplikasi yang digariskan GRI.
Pada tautan-tautan di bawah ini kami menyusun semua tampilan profil perusahaan, demikian juga indikator hasil tindakan ‘inti’ yang disyaratkan oleh GRI. Indikator ‘tambahan’ hanya dimasukkan di mana pelaporan Unilever mencantumkan mereka entah secara penuh maupun sebagian.
Untuk setiap bagian elemen ini, kami menyatakan apakah level pelaporan Unilever meliputi persyaratan secara penuh (F) atau sebagian (P). Kami juga menyediakan tautan-tautan atau signpost di mana informasi ini bisa ditemukan apakah pada Laporan Perkembangan Kesinambungan 2009 (Sustainable Development Report) atau pada Laporan dan Pertanggung-jawaban Tahunan 2009 (Annual Report and Accounts/ARA).
Di mana indikator utama tidak dipertimbangkan sebagai bahan untuk bisnis kami pada tahun ini, kami menandainya sebagai NM (not material). Di mana kami tidak mempunya informasi pada pelaporan public kami untuk menjawab suatu permintaan, kami menandainya dengan NA (Not Available).
Kami akan terus meninjau ketersediaan informasi pelaporan kami pada level Group untuk memenuhi ketertarikan pihak-pihak terkait pada dampak-dampak yang paling penting.