Rabu, 10 Desember 2014

Tugas III - Laporan (Bahasa Indonesia 2#)

Nama  : Nurl Fathia Lulu Septiarini
NPM    : 25212506
Kelas   : 3EB19

Laporan

           1.    Sistematika Penulisan Laporan
Sistematika merupakan suatu penjabaran secara deskriptif tentang hal-hal yang akan ditulis, yang secara garis besar terdiri dari bagian awal, bagian isi dan bagian akhir. Dalam prosedur format penulisan pembuatan makalah terdapat 3 hal utama yang menjadi unsur pembuatan karya tulis ini, yaitu bagian awal, bagian isi dan bagian akhir.
Untuk bagian awal format sistematika penulisan ini berisikan beberapa unsur yang mengandung gambaran dari isi karya tulis, kemudian untuk bagian isi merupakan penjelasan detail mengenai content dari karya tulis dan untuk bagian akhir merupakan data-data pelengkap dan pendukung pembuatan makalah.
1)    Bagian Awal (Pelengkap Pembuka)
a.    Halaman judul
·         Judul.
Judul merupakan pintu atau muka dari sebuah karya ilmiah. Dalam judul karya ilmiah harus menampilkan fakta yang ingin diungkapkan,jelas, positif, singkat, khas, serta mampu menampilkan kata kunci dari sebuah tulisan.
·         Tujuan penulisan.
·         Identitas penulis
·         Instansi asal
·         Kota
·         Tahun Penyusunan
b.    Halaman pengesahan.
Berisi tanda tangan yang mengesahkan laporan tersebut.
c.    Kata Pengantar.
Kata pengantar dituliskan untuk memberikan gambaran secara umum kepada pembaca tentang latar belakang konteks penelitian. Pada bagian ini penulis juga menyampaikan ucapan terimakasih kepada pihak-pihak yang telah membantu penulis baik dalam pelaksanaan penelitian maupun dalam penulisan laporannya.
d.    Daftar Isi.
Daftar isi adalah urutan judul pada tiap bab beserta halaman yang terdapat pada sebuah buku atau penulisan. Fungsi daftar isi sendiri yaitu untuk memudahkan kita mencari judul penulisan secara cepat tanpa harus mencari satu persatu.
e.    Abstrak.
Abstrak digunakan untuk menyampaikan gambaran singkat mengenai latar belakang, metode, serta temuan hasil penelitian.
2)    Bagian Isi
a.    Pendahuluan
Secara umum bagian pendahuluan harus secara lengkap mengemukakan tentang latar belakang, ruang lingkup / pembatasan dan rumusan masalah, tujuan dan pertanyaan penelitian, serta anggapan dasar atau hipotesis.
Dalam latar belakang masalah yang baik harus mengandung tiga hal, yakni:
·         Penalaahan / pembahasan mengenai literatur maupun hasil penelitian lain yang relevan dengan masalah yang ingin diteliti.
·         Penjelasan mengapa peneliti menganggap masalah / topik tersebut penting untuk dipelajari.
·         Manfaat hasil penelitian bagi pengembangan ilmu pengetahuan dan aplikasi dal praktek.
Rumusan atau formulasi tujuan penelitian dapat beruupa pernyataan atau hipotesis.Hipotesis adalah suatu pernyataan sementara mengenai ada tidaknya hubungan antara 2 atau lebih variable/fenomena yang diteliti.
b.    Kajian Pustaka dan Kerangka Teori
Kajian pustaka merupakan bagian penting yang mengungkapkan teori-teori serta hasil-hasil penelitian terdahulu yang pernah dilakukan pada topik yang sama atau serupa.
Dalam sebuah laporan penelitian, seperti tesis atau disertasi biasanya disusun suatu kerangka teori berdasarkan hasil analisis atau tujuan pustaka yang telah dilakukan. Kerangka teori merupakan dasar pemikiran yang menerangkan dari sudut mana permasalahan ditinjau yang nantinya dijabarkan menjadi berbagai variabel penelitian.
c.     Metodologi Penelitian
Perbedaan utama antara karya ilmiah dengan bukan karya ilmiah adalah pada motodologi. Pada bagian ini biasanya dijelaskan secara terperinci mengenai pendekatan atau desain penelitian, populasi dan sampel penelitian, metode pengumpulan  dan analisis data, serta kelemahan-kelemahan penelitian.
Uraian mengenai pendekatan atau desain penelitian pada umumnya menjelaskan tentang apakah, misalnya penelitian yang dilakukan merupakan penelitian kualitatif atau kuantitatif, sensus/survey, cross-section atau time-series, eksplorasi atau korelasional, eksperimen murni atau eksperimen buatan, atau pendekatan umum lainnya.
Populasi menerangkan mengenai kolompok target yang menjadi sasaran dalam generalisasi temuan, sedangkan penjelasan mengenai sampel menjelaskan tentang kelompok wakil populasi yang dijadikan sumber data penelitian.
Pembahasan tentang metode pengumpulan dan analisis data pada dasarnya merupakan inti dari sebuah tulisan ilmiah. Pada bagian ini penulis harus menyajikan bagaimana data dikumpulkan dari responden/sampel penelitian serta metode analisis.
Misalnya, apakah data dikumpulkan melalui penyebaran kuesioner/daftar pertanyaan, wawancara atau observasi langsung.
Hal yang tidak kalah penting lagi dalam bagian metodologi penelitian adalah uraian tentang kelemahan-kelemahan yang membatasi penelitian yang telah dilakukan. Misalnya, keterbatasan jumlah sampel, kemungkinan kontaminasi data (apabila penelitian eksperimental), serta keterbatasan waktu dan dana penelitian.
d.    Pembahasan
Pembahasan merupakan inti dari sebuah laporan penelitian. Pada bagian ini penulis harus menyajikan secara cermat dan jelas mengenai analisis data serta pembahasannya berdasarkan kajian pustaka dan kerangka teori yang telah dijelaskan sebelumnya.
Secara umum, bagian ini menekankan tiga hal, yaitu:
·         Hasil analisis lengkap
·         Hasil analisis pokoknyang berhubungan dengan tujuan dan pernyataan/hipotesis penelitian
·         Pembahasan mengenai hasil tersebut dihubungkan dengan teori dan penelitian terdahulu yang di sajikan dalam bagian kajian pustaka dan kerangka teori.
e.    Penutup (Kesimpulan dan Saran)
Bagian ini merupakan bagian akhir dalam dari laporan penelitian. Effendi (1991) mengemukakan bahwa kesimpulan adalah gambaran umum seluruh analisis dan relevansinya dengan hipotesis dari penelitian yang di lakukan.
Penulisan kesimpulan dapat dilakukan dengan menggunakan penomoran (1,2,3,4,5 dan seterusnya) ataupun secara naratif,  tapi untuk lebih baiknya, penulisan simpulan dipaparkan dalam bentuk kalimat dan paragraf.
Setelah kesimpulan, pada bagian ini juga dipaparkan pula saran-saran yang berkaitan dengan jenis penelitian lanjutan yang dapat dilakukan serta saran-saran lain yang terkait dengan hasil penelitian atau bagaimana mengatasi hambatan-hambatan yang telah dialami oleh penulis dalam penelitian yang telah dilakukan. 
3)    Bagian Akhir (Pelengkap penutup)
a.    Daftar Pustaka
Daftar pustaka merupakan komponen wajib yang harus dicantumkan oleh penulis, sedangkan lampiran dan daftar indeks hanya di tulis jika diperlukan.
Pada umumnya, hal-hal yang harus dicantumkan dalam daftar pustaka adalah:
·         Nama penulis
·         Tahun terbit
·         Judul pustaka
·         Tempat terbit
·         Nama penerbit
Pada umumnya urutan daftar pustaka mengacu pada urutan nama belakang secara alpabetikel. Secara terperinci, tata cara penulisan daftar pustaka biasanya mengikuti aturan yang berlaku secara internasional, yaitu standar dari association of American phychology (APA).  Contohnya:
Belawati, T. 2000. Prinsip-Prinsip Pengelolaan Pendidikan Terbuka dan Jarak Jauh.Jakarta: PAU-PPAI Universitas Terbuka.
b.    Lampiran
Lampiran dapat berupa tabel, gambar, peta, bagan, instrument penelitian, seperti kuesioner atau daftar checklist untuk observasi dan bentuk lain yang telah dipaparkan dalam bagian inti laporan.
c.    Daftar indeks atau glosarium
Indeks adalah daftar kata atau istilah yang terdapat dalam pada laporan. Effendi (1991) mengemukakan bahwa penulisan daftar kata atau indeks harus berkelompok berdasarkan abjad awal kata atau istilah yang akan dituliskan. Penulisan indeks pada umumnya di tujukan agar pembaca cepat mencari istilah atau kata-kata khusus yang terdapat dalam laporan tersebut. Penulisan indeks disusun berdasarkan nama atau subjek secara alpabetikal.
           2.    Langkah – Langkah Membuat Laporan
a)    Menetapkan tujuan : Untuk apa laporan dibuat dan siapa pembaca laporan tersebut.
b)    Merumuskan judul ( sebagai topik bahasan)
c)    Menentukan teknik pengumpulan data. Misal wawancara, angket, observasi, eksperimen, studi pustaka, dan uji laboratorium
d)    Mengumpulkan bahan laporan / data pendukung seperti surat – surat keputusan,notulen hasil rapat, buku – buku, pedoman, hasil kegiatan, hasi penelitian, hasil diskusi, foto atau gambar kegiatan, faktur atau bon pembelian dll.
e)    Mengevaluasi data
f)     Membuat kerangka laporan

           3.    Manfaat Penyusunan Laporan Teknis
a)    Memberikan Keterangan.
Bermaksud memberikan keterangan kepada atasan atau pihak yang harus mengetahui suatu kegiatan. Jenisnya ada dua macam:
·         Jenis pertama laporan memberi katerangan yang menyangkut perkembangan atau kegiatan rutin dari satu waktu ke waktu yang lain,laporan jenis ini sering disebut laporan berkala.ada laporan berkala harian,mingguan,bulanan dan tahunan.
·         Jenis Kedua adalah laporan khusus yang bersifat insidental.Laporan khusus dapat berupa penyampaian hasil percobaan,pemeriksaan,atau hal-hal yang berhubungan dengan jalannya suatu kegiatan.
b)    Memulai Suatu Kegiatan.
Dalam laporan jenis ini dicantumkan uraian tetang segala sesuatu yang berkenaan dengan tugas yang akan dilaksanakan.P enyajiannya harus tegas,terarah dan jelas.
c)    Mengkoordinasi Suatu Kegiatan.
Laporan jenis ini berisi masalah pengaturan atau penempatan sesuatu pada tempatnya,susunannya atau keadaannya secara wajar.segala sesuatu yang dikoordinasi dikemukakan secara jelas dan padat.hanya pokok yang berhubungan dengan hal yang dikoordinasilah yang perlu dimasukan dalam laporan.
d)    Merekam Pelaksanaan Kegiatan.
Laporan jenis ini dapat dibedakan atas laporan kemajuan dan laporan akhir.Laporan kemajuan disusun menurut jangka waktu tertentu.ada kalanya laporan kemajuan disusun tidak berdasarkan jangka waktu tertentu,tetapi berdasarkan persentase pencapaian.
Laporan akhir merupakan rangkuman keseluruhan pekerjaan hingga selesai.
4.    Tujuan Laporan Teknis.
Budaya lapor melapor merupakan sesuatu yang dianggap penting oleh berbagai kalangan,baik pemerintahan maupun swasta.Tujuannya adalah agar pelaksanaan tugas yang dipercayakan kepada si petugas dapat segera diketuhui oleh pihak yang menugasinya.

Daftar pustaka :

Jumat, 21 November 2014

Tugas II - Resensi Buku / Timbangan Buku (Bahasa Indonesia 2#)

Nama : Nurl Fathia Lulu Septiarini
NPM   : 25212506
Kelas  : 3EB19

Resensi Buku (Timbangan Buku)

1.    Pengertian Resensi
Resensi dalam bahasa Latin disebut revidere atau recensere, artinya melihat kembali, menimbang, atau menilai. Dalam bahasa Belanda dikenal dengan recensie, sedangkan dalam bahasa Inggris dikenal dengan istilah review. Tiga istilah itu mengacu pada hal yang sama, yakni mengulas buku.
Resensi menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) adalah pertimbangan atau pembicaraan tentang buku, ulasan buku. Sedangkan kata "mengulas" itu sendiri mempunyai arti memberikan penjelasan dan komentar, menafsirkan (penerangan lanjut, pendapat, dsb), mempelajari (menyelidiki) dan kata "ulasan" mempunyai arti kupasan, tafsiran, komentar: 
Tindakan meresensi dapat berarti memberikan penilaian, mengungkap kembali isi buku, membahas, atau mengkritik buku.
Secara singkat, resensi ialah suatu tulisan atau ulasan mengenai nilai sebuah hasil karya.

2.    Tujuan Resensi
1)    Membantu pembaca mengetahui gambaran dan penilaian umum dari sebuah buku atau hasil karya lainnya secara ringkas.
2)    Mengetahui kelebihan dan kelemahan buku yang diresensi.
3)    Mengetahui latar belakang dan alasan buku tersebut diterbitkan.
4)    Menguji kualitas buku dengan membandingkan terhadap karya dari penulis yang sama atau penulis lainnya. 
5)    Memberi masukan kepada penulis buku berupa kritik dan saran terhadap cara penulisan, isi, dan substansi buku

3.    Jenis – jenis resensi
1)    Informatif. Isi dari resensi hanya secara singkat dan umum dalam menyampaikan keseluruhan isi buku.
2)    Deskriptif. Ulasan bersifat detail pada tiap bagian/bab.
3)    Kritis. Resensi berbentuk ulasan detail dengan metodologi ilmu pengetahuan tertentu. Isi dari resensi biasanya kritis dan objektif dalam menilai isi buku.
Namun, ketiga jenis resensi di atas tidak baku. Bisa jadi resensi jenis informatif namun memuat analisa deskripsi dan kritis. Alhasil, ketiganya bisa diterapkan bersamaan.

4.    Unsur – Unsur Resensi
Menurut Daniel Samad (1997: 7-8) :
1)    Membuat judul resensi
           Judul resensi yang menarik dan benar-benar menjiwai seluruh tulisan atau inti tulisan, tidakharus ditetapkan terlebih dahulu. Judul dapat dibuat sesudah resensi selesai. Yang perlu diingat, judul resensi selaras dengan keseluruhan isi resensi.
2)  Menyusun data buku
                 Data buku biasanya disusun sebagai berikut :
·         Judul buku (apakah buku itu termasuk buku hasil terjemahan. Kalau demikian, tuliskan judul aslinya)
·         Pengarang (Kalau ada, tulislah juga penerjemah, editor, atau penyunting seperti yang tertera pada buku)
·         Penerbit;
·         Tahun terbit beserta cetakannya (cetakan ke berapa)
·         Tebal buku
·         Harga buku (jika diperlukan)

3)  Membuat pembukaan
                 Pembukuan dapat dimulai dengan hal-hal berikut ini
·         Memperkenalkan siapa pengarangnya, karyanya berbentuk apa saja, dan prestasi apa saja yang diperoleh
·         Membandingkan dengan buku sejenis yang sudah ditulis, baik oleh pengarang sendiri maupun oleh pengarang lain
·         Memaparkan kekhasan atau sosok pengarang
·         Memaparkan keunikan buku
·         Merumuskan tema buku
·         Mengungkapkan kritik terhadap kelemahan buku
·         Mengungkapkan kesan terhadap buku
·         Memperkenalkan penerbit
·         Mengajukan pertanyaan
·         Membuka dialog

4)  Tubuh atau isi pernyataan resensi buku
                 Tubuh atau isi pernyataan resensi biasanya memuat hal-hal di bawah ini:
  a)  Sinopsis atau isi buku secara bernas dan kronologis
  b)  Ulasan singkat buku dengan kutipan secukupnya
  c)  Keunggulan buku
  d)  Kelemahan buku
  e)  Rumusan kerangka buku
  f)   Tinjauan bahasa (mudah atau berbelit-belit)
  g)  Adanya kesalahan cetak

5)  Penutup resensi buku
                 Bagian penutup, biasanya berisi buku itu penting untuk siapa dan mengapa.

5.    Langkah – langkah meresensi buku
a)  Menentukan judul resensi
·         Berbeda dari judul buku yang diresensi
·         Menarik perhatian pembaca
·         Mewakili isi buku
b)  Menentukan identitas buku
·         Judul buku
·         Nama pengarang
·         Nama penerbit, kota terbit, tahun terbit, dan edisi jika ada
·         Ukuran buku atau tebal buku
·         Jumlah halaman
·         Jenis buku
·         Harga buku jika ada
·         Ciri – ciri buku (dengan menampilkan cover atau sampul depan buku)

c)  Mendeskripsikan isi buku
·         Sinopsis buku
·         Hal – hal yang menarik dari buku, bila perlu sebutkan di halaman berapa

d)  Menjelaskan kelebihan dan kekurangan buku
·         Segi bahasa
·         Segi isi
·         Segi tampilan buku
e)  Menjelaskan ketenaran pengarang
·         Sedikit riwayat hidup pengarang
·         Gaya penulisan pengarang
·         Karya – karya atau prestasi yang pernah dicapai pengarang
f)   Kesimpulan resensi
                 Menjelaskan pembaca yang cocok membaca buku tersebut disertai alasan

6.    Contoh resensi novel

Harry Potter and The Deathly Hallows

Judul Novel                          : Harry Potter and The Deathly Hallows
Nama Penulis                      : Joanne Kathleen Rowling
Tahun Terbit                         : 2008
Nama Penerbit                     : Gramedia Pustaka Utama
Jumlah Halaman                 : 999 Halaman


SINOPSIS
Harry Potter seorang penyihir muda yang merupakan tokoh utama yang berjuang untuk menghadapi musuh besarnya Lord Voldemort / Pangeran Kegelapan (seorang penyihir jahat yang sangat kejam dan ia telah membunuh kedua orang tua Harry). Kau-Tahu-Siapa yang merupakan sapaan khusus untuk Lord Voldemort, penyihir hitam tersebut telah bangkit kembali dan hendak membunuhnya serta mengusai dunia sihir. Setelah Kementrian sihir jatuh ke tangan musuh besarnya Harry pun harus hidup dalam pelarian. Ia hidup dan terus menerus bersembunyi hingga menemukan cara untuk mengatasi masalah ini. Harry di beri tugas oleh Kepala Sekolahnya Albus Dumbledore yang telah tiada untuk mencari ketujuh Horcrux yang merupakan kunci kematian Lord Voldemort. Ada ramalan yang mengatakan bahwa tidak ada yang bisa hidup diantara keduanya, karena keduanya harus saling membunuh satu sama lain. Di mulailah pencarian Harry bersama kedua sahabatnya Ron Weasly dan Hermione Granger untuk menemukan rahasia yang dimaksud untuk menyelamatkan dunia sihir. Petualangan yang menakjubkan dan fantasis yang mereka alami, dari suka duka, letihnya dalam pelarian yang terus di buru oleh para Pelahap Maut yang merupakan kaki tangan Voldemort, serta misteri-misteri lain yang belum terpecahkan, mengenai apa rahasia di balik Tongkat Sihir Elder, Kematian Ariana, dan kisah misterius Albus Dombledore yang berliku serta kisah relikui kematian antara Harry Potter dan musuh besarnya Lord Voldemort.

KEUNGGULAN DAN KEKURANGAN
Keunggulan novel ini adalah :
1)    Terjemahan novel ini sudah memiliki kualitas yang baik, saat membaca kita tidak merasakan kesulitan karena sudah sesuai dengan EYD, kita bisa memahami maksud dan tujuan penulis.
2)    Kemasan novel ini sudah di adaptasikan dengan menarik, dari gambaran ilustrator yang melukiskan tokoh utama di cover depan dengan warna kuning yang dipadukan dengan warna hitam yang apik. Novel ini dicetak dengan 2 jenis yaitu hard cover dan soft cover.
3)    Novel ini cocok bagi anak-anak maupun dewasa, semua kalangan yang memiliki hobi membaca dan ketertarikan pada sebuah narasi yang benar-benar fantasis dan mengagumkan.

Kekurangan novel ini adalah :
1)    Jika tidak pernah dan tidak mengetahui cerita atau dari seri terdahulunya terkadang kita tidak bisa untuk memahami maksud dan tujuan apa yang disajikan oleh penulis, karena banyak terdapat kata-kata maupun istilah yang ditulis penulis tidak kita pahami atau kita ketahui. Jadi, seseorang akan memdapat kesulitan jika tidak membaca edisi sebelumnya.
2)    Tebalnya halaman yang menjadi faktor untuk membuat rasa enggan bagi pembaca yang baru mau memulai membaca. Tetapi, jika kita telah membacanya ada ketertarikan dari dalam diri untuk membacanya hingga selesai karena penasaran dengan akhir dan bagaimana cerita selanjutnya dan bagaimana kisah perjalanan mengesankan penyihir muda ini.

KETENARAN PENULIS
Joanne Kathleen Rowling  lahir di Yate, Gloucestershire Utara, Inggris, 31 Juli 1965. Rowling lulusan Universitas Exeter. Setelah perceraian yang dialaminya Rowling menghadapi masalah untuk menghidupi diri dan anaknya. Semasa hidup dalam kesusahan itu, Rowling mulai menulis sebuah buku ini. Rowling berhasil membuat novel Harry Potter hingga 7 seri, Harry Potter and the sorcerer’s stone,Harry Potter and the chamber of secrets, Harry Potter and prisoner of Azkaban, Harry Potter and order of the phoenix,Harry Potter and the half blood prince,Harry Potter and the deathly hallows.

KESIMPULAN
Menurut saya pribadi buku ini cocok untuk semua umur, tidak hanya kalangan remaja dan dewasa, anak-anak pun cocok untuk membaca buku ini. Karena banyak nilai moral serta pesan positif yang disajikan dalam novel ini, mulai dari persahabatan, perjuangan, keberanian dan masih banyak lagi pemikiran positif yang dapat kita ambil dari novel ini. Bahasa yang digunakan juga sudah sesuai 
dengan bahasa sehari – hari sehingga alur ceritanya mudah di mengerti.

Sumber :